Hajar Warga-Bawa Pisau, Tukang Becak Pasar Gotong Royong Ini Diciduk

PROBOLINGGO-Aksi premanisme yang dilakukan Jamali alias Ali, 50, warga Kecamatan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo mengantarkannya ditahan dibalik jeruji besi. Ia ditangkap usai memukuli Husnan, 66 warga  Sumbertaman yang saat itu melintas di pasar gotong royong.

Imbas pemukulan itu, pipi sebelah kanan Husnan pun alami luka lebam. Husnan tak tahu kenapa ia dipukuli oleh Ali yang jadi tukang becak itu. Yang jelas, ketika ia melintas dijalan itu, Ali tiba-tiba menantangnya, dan langsung memukulinya.

Warga yang mengetahui keseharian Ali langsung berupaya melerainya. Akhirnya Husnan yang alami luka lebam langsung melapor kejadian itu ke Mapolres Probolinggo Kota. “Saya tidak tahu, kenapa saya dipukul? Tiba tiba langsung mukul saja,” terang Husnan.

Sementara itu, Hasan, 43 pemilik Toko disekitar pasar gotong royong mengatakan bahwa Ali sudah lebih dari tiga tahunan bekerja sebagai tukang becak di wilayah setempat. Namun karena tingkahnya yang seolah seperti preman, banyak tukang becak yang tidak suka.

Bahkan, Ali tak jarang meminta uang ke beberapa toko. Bila tidak dikasih, Ali marah. “Banyak orang yang diamcam olehnya. Keberadanya meresahkan, soalnya kemana-mana bawa pisau,” terang Hasan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Halim, 58 tukang becak lainnya asal Jrebeng Lor. Menurutnya, banyak yang tak suka dengan Ali. “Penumpangnya ditarik tarif tinggi. Dan, itu pun diancam olehnya,” tambahnya.

Dari laporan pemukulan itu, sekitar pukul 10,30 sejumlah anggota Reskrim Polres Probolinggo Kota langsung mendatangi lokasi tempat Ali mangkal. Yakni di Pasar Gotong Royong.

Saat diperiksa oleh anggota polisi, mulanya Ali mengaku tidak membawa pisau. Ia juga sempat menolak saat hendak diperiksa.

Namun anggota memaksanya untuk turun dari becak agar bisa memeriksa apakah ada senjata tajam yang dibawanya. Dan ternyata benar. Ia menyimpan sebilah pisau berukuran sekitar 15 sentimeter lengkap dengan sarung pisaunya.

Ali mengaku, pisau itu selain untuk jaga jaga keselamatanya juga untuk penglaris. Sehingga ia meminta agar pisau tersebut dikembalikan ke tempatnya. Yakni, di bawah tempat duduk penumpang.

“Tembak sudah saya. Taruh dulu itu pisaunya di tempat semula, itu penglaris saya untuk cari nafkah. Taruh dulu baru saya mau dibawa ke Polresta,” terang Ali ketika ia hendak dibawa ke Mapolresta. Selanjutnya, Ali pun langsung digelandang ke Mapolres Probolinggo Kota.

Kasat Reskrim Polresta AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengatakan, kasus itu masih didalaminya. “Kami masih lakukan pemeriksaan,” terang AKP Nanang. (rpd/mie)