Mengunjungi Petirtaan Sumber Pinang di Jatigunting, Wonorejo

Kabupaten Pasuruan dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik, namun belum tereksplorasi dengan maksimal. Salah satunya adalah sumber mata air Sumber Pinang di Dusun Krajan, Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo.

FAHRIZAL FIRMANI, Wonorejo

Sejumlah bocah berenang di tengah kolam berdiameter lima meter itu. Mereka tampak begitu menikmati kesegaran airnya. Sesekali mereka keluar untuk meminum air yang mengalir dari atas. Namun, sejurus kemudian kembali masuk ke dalam sumber air yang tenang tersebut.

Pemandangan ini terlihat di Mata Air Sumber Pinang yang terletak di Dusun Krajan, Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Saat akhir pekan atau hari libur panjang seperti hari raya ketupat, pengunjung yang datang bisa berkali kali lipat.

Salah seorang bocah bernama Arfan, 10, mengungkapkan, ia bersama temannya kerap mendatangi Sumber Pinang. Kebetulan lokasinya mudah dijangkau. Ia biasanya menikmati kejernihan airnya dengan berenang atau sekadar duduk di atas bebatuan.

“Ini sudah menjadi rutinitas kami kalau sehabis pulang sekolah atau saat libur main ke sini. Airnya jernih dan segar. Istilahnya, rekreasi sambil olahraga,” katanya.

Bocah lainnya, Arfat, 10, mengatakan, saat libur panjang seperti Lebaran, kawasan ini dipadati pengunjung. Mereka biasanya turun ke aliran mata airnya untuk mengambil foto atau hanya sekadar berswafoto. Bahkan, tidak jarang pengunjungnya berasal dari luar desa setempat.

“Kalau akhir pekan paling yang datang warga Jati Gunting sendiri. Tapi, kalau libur panjang, warga desa tetangga pun datang berlibur di sini,” ungkap bocah yang masih duduk di kelas 4 SD ini.

Kepala Desa Jatigunting Yudi Iswanto mengungkapkan, sejarah Sumber Pinang ini berawal dari kedatangan Sakera ke sebuah gua yang terletak di sisi barat Sumber Pinang. Ia bermaksud untuk bertapa di dalam gua tersebut.

Saat itu, ia bertemu dengan Mbah Sulton, orang yang pertama kali membabat alas di desa ini. Ia lantas meminta atau istilah lainnya meminang pada Mbah Sulton agar diberi izin untuk bertapa di sini. Dari pertemuan mereka inilah, mata air ini disebut Sumber Pinang.

Ia menyebut, Sumber Pinang masih perlu dilakukan pembenahan agar banyak masyarakat yang datang berkunjung. Sebagai langkah awal, pada awal 2018 lalu, pemdes melakukan pembenahan akses jalan berupa pembangunan tangga untuk jalan setapak.

“Tangga ini menurun sejauh 280 meter. Ini dari bantuan salah satu perusahan nasional atas permintaan masyarakat untuk mengembangkan Sumber Pinang,” jelas pria yang akrab disapa Yudi ini.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan kepemudaan desa setempat untuk membenahi wisata alam ini. Salah satunya dengan melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lokasi agar Sumber Pinang tampak menarik.

Ke depannya, pemdes berencana melakukan sejumlah pengembangan. Misalnya, wisata Sumber Pinang bakal digabungkan dengan wisata sukun. Ini mengingat banyaknya pohon sukun yang bisa ditemukan di sekitar Sumber Pinang.

Pemdes juga bakal membangun rest area bagi pengunjung serta tempat usaha kecil dan menengah (UKM) bagi masyarakat setempat. Tujuannya, agar wisata ini semakin dikenal luas di kalangan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, destinasi ini sangat layak dikembangkan. Ini juga tidak lepas dari keberadaan mata airnya yang aman dikonsumsi tanpa proses penyulingan. Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan sudah mengecek dan menyatakan layak konsumsi.

“Syukur-syukur jika ada perhatian dari pemkab. Sebab, destinasi ini cukup dilirik sebagai tujuan rekreasi masyarakat Wonorejo saat libur panjang datang,” pungkasnya. (rf)