Kenal di Malaysia, Ini Upah Dua Kurir Sabu Lintas Provinsi

PANGGUNGREJO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan berhasil menggagalkan peredaran kurir sabu antarprovinsi. Dalam operasi tersebut, BNNK berhasil menangkap dua pelaku. Dari tangan pelaku, diamankan 100 gram sabu-sabu yang rencananya akan diedarkan di Pasuruan. Lihat videonya disini.

Ungkap kasus itu dirilis di Kantor BNNK Pasuruan di Jalan Veteran, Kota Pasuruan, Rabu (10/10). Kedua pelaku masing-masing berinisial KTK dan IRL, ditunjukkan ke awak media.

Kedua pelaku sengaja ditutup wajahnya. Alasannya, BNNK masih berusaha mengungkap jaringan lain atau yang memasok sabu ke tangan IRL, yang merupakan warga Beji, Pasuruan.

Kepala BNNK Pasuruan Erlang Dwi Permata mengatakan, KTK yang merupakan warga Riau ini sudah dipantau pergerakkannya sejak April lalu. Saat itu, KTK juga menyuplai sabu seberat 100 gram pada IRL. Hanya saja, BNNK belum berhasil menangkap pelaku.

“Namun, di aksi kedua pada 15 September lalu, berhasil kami tangkap. Kedua pelaku kami amankan saat berada di simpang tiga Gempol setelah perjalanan dari Bandara Juanda pukul 20.30,” jelasnya.

Lebih lanjut Erlang mengatakan bahwa KTK dan IRL ini merupakan kawan lama saat bekerja di Malaysia. Dari hasil pantauan perbedaan harga sabu di Malaysia dan Indonesia, sehingga keduanya tertarik menjadi kurir sabu.

KTK sendiri adalah kurir sabu yang dipasok dari RR, warga Riau juga yang mendapatkan paket dari Malaysia. Sedangkan KTK adalah kurir yang mengambil paket setelah sabu tiba di Juanda. Kemudian KTK dan IRL lah yang membawa sabu seberat 100 gram dan rencananya akan diedarkan di Pasuruan.

Dalam aksi ke dua itulah, BNNK Pasuruan dibantu oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Selain mengamankan narkotika golongan 1 (satu) jenis sabu seberat 100,002 gram bruto, petugas juga mengamankan mobil Nissan March warna putih dengan Nopol N 1047 VI serta 3 buah handphone.

Erlang –sapaan akrabnya– mengatakan, pihaknya akan mengembangkan kasus ini. Termasuk kepemilikan mobil yang setelah diselidiki, masih belum jelas asal-usulnya. Pasalnya, STNK dan pelat nomor mobil itu palsu. Dipastikan, kendaraan itu merupakan mobil gelap.

“Tapi, pemilik sudah kami kantongi dan dia orang Pasuruan. Selanjutnya, juga kami akan kembangkan kemana aliran dana hasil penjualan sabu ini,” jelasnya.

KTK dan IRL mengaku tertarik bisnis sabu karena keuntungannya menggiurkan. Upah menjadi kurir sabu untuk KTK sebesar Rp 10 juta dari IRL sebesar Rp 7 juta. Harga sabu di Indonesia juga lebih mahal. Untuk 1 gram di Pasuruan harganya mencapai Rp 1,2 juta. Bahkan, di Kediri hingga Rp 1,6 juta.

Sedangkan di Malaysia harganya hanya Rp 400-800 juta per kilogramnya atau Rp 400-800 ribuan per gramnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun. Bahkan, bisa sampai hukuman mati. Namun, Erlang mengatakan, bahwa KTK dan IRL termasuk kurir kecil. Sehingga, langkah selanjutnya adalah untuk mengamankan RR dan bekerja sama dengan BNNP Riau. (eka/rf)