Ribuan Nelayan Kabupaten Probolinggo Belum Ikuti Asuransi

MELAUT: Seorang nelayan di Kabupaten Probolinggo berlayar untuk mencari ikan. Sejauh ini, ribuan nelayan di Kabupaten Probolinggo belum ter-cover asuransi. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU – Sejauh ini jumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 11.771 orang. Dari jumlah itu, sepanjang tahun ini belum ada nelayan yang mendaftar asuransi nelayan. Namun, ada sekitar 686 yang sudah siap mengikuti program ini.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Aziz mengatakan, sejauh ini ada sekitar 11 nelayan yang masih mengikuti program asuransi. Mereka mendaftar asuransi sejak 2016 dan 2017. “Sekitar 10.037 nelayan terdaftar asuransi nelayan pada 2016 dan 1.048 nelayan terdaftar pada 2017. Kalau tahun ini belum ada yang mendaftar lagi karena masih dalam proses,” ujarnya.

Wahid mengatakan, tahun ini ada sekitar 686 nelayan yang masih proses pendaftaran untuk mengikuti asuransi nelayan. Cara pendaftaran yang berbeda dengan tahun kemarin, membuat prosesnya cukup rumit. “Sekarang pendaftarannya online, tidak bisa langsung. Kemarin telah dicoba mendaftarkan sejumlah nelayan, tapi tidak langsung bisa. Hanya beberapa orang yang berhasil terdaftar,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini jumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo sekitar 11.771 orang. Seluruh nelayan itu direncanakan mengikuti program asuransi. “Semoga bisa terdaftar semua. Sehingga, semua nelayan yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa terjamin dengan adanya asuransi itu,” ujarnya.

Di sisi lain, sampai Rabu (10/10), ada satu nelayan yang mengajukan pencairan asuransinya. Klaim itu dilakukan karena nelayan tersebut meninggal dunia karena sakit. Dia adalah Tajab, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. (sid/rud)