Lereng Gunung Argopuro Terbakar, Terancam Merembet ke Cikasur

KRUCIL-Kebakaran kembali melanda lahan konservasi hutan di kawasan Gunung Argopuro, tepatnya di Gunung Semen. Kebakaran ini diduga terjadi sejak Rabu (10/10) dan hingga Kamis, masih terus berkobar dan terlihat melebar.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam KLHK Jawa Timur Mamat Ruhimat mengatakan, kebakaran hutan itu diduga karena kemarau. Sedikitnya, ada dua titik atau dua bukit yang terbakar. Kebakaran di dua bukit itu berpotensi merambah ke Cikasur. “Titik api muncul akibat terlalu panas,” ujarnya.

Menurutnya, kebakaran tidak hanya terjadi di lokasi Gunung Semen. Katanya, kebakaran tak hanya terjadi di Argopuro. Dugaan lain, kebakaran juga diakibatkan ulah manusia. Sampai kemarin, diperkirakan lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare. “Semak-semak yang sangat kering memudahkan api cepat merambat.  Beruntung tegakan atau pohon cemara gunung masih aman,” ujarnya.

Mamat mengatakan, 11 petugas telah turun ke lapangan untuk memadamkan api. Selain itu, pihaknya juga membuat sekat agar api tak sampai menjalar lebih luar. “Mereka terjun untuk memonitor yang terjadi di sana dan mengetahui langsung,” ujarnya.

Bukan hanya kali ini kawasan ini terbakar. Lokasi ini pernah terbakar pada 2015 dan 2016. Namun, saat itu kondisinya berbeda. Saat itu kebakaran hutan dapat dipadamkan terbantu dengan turunnya hujan yang cukup deras. “Kawasan itu hijau dan separo tegakan hidup lagi. Tanggal 16-18 terbakar, dua hari kemudian hujan, kami tertolong bantuan mukjizat,” ujarnya.

Sedangkan dalam kasus kebakaran kali ini petugas berusaha memadamkan api menggunakan peralatan manual. Mereka mempersiapkan parang dan alat penyemprot air. Medannya juga cukup sulit. Untuk sampai ke lokasi kebakaran dibutuhkan waktu sekitar 8 jam. “Sarana prasarana belum memadai, harus ada air. Kalau parah, kami akan koordinasi dengan pusat,” ujarnya. (hil/rud/mie)