Pertanian Kacang Tanah di Desa Plinggisan yang Sebagian Besar Digunakan Sebagai Bahan Baku Kue

Sebagian besar masyarakat Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Salah satu hasil pertanian yang banyak diminati warga setemat berupa pertanian kacang tanah.

FAHRIZAL FIRMANI, Kraton

SEJUMLAH pria tampak menyirami tanaman kacang tanah di lahan seluas dua hektare. Keringat yang membasahi kening seolah tidak mengendurkan semangat mereka. Dengan antusias, mereka terus berusaha menyelesaikan pekerjaannya agar tanamannya tidak layu.

Kepala Desa Plinggisan Heru Supriyanto mengungkapkan, lahan pertanian di desanya mencapai 112 hektare. Dan, 60 hektare di antaranya ditanami kacang tanah. Kondisi ini tidak terlepas dengan tanah yang cukup subur dan cocok untuk pertanian kacang tanah.

Perawatan tanaman kacang tanah relatif mudah dibanding tanaman lainnya. Karenanya, membuat warga di desa ini banyak menanam kacang tanah. Namun, bukan berarti tidak ada kendala sama sekali, rumput liar dan hama tikus disebutkannya sering mengganggu.

“Delapan puluh persen warga Desa Plinggisan merupakan petani. Dan, pertanian yang paling banyak ditekuni atau ditanam kacang tanah,” ujar Heru.

Heru menjelaskan, hasil panen tanaman kacang tanah sering digunakan untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Banyak warga yang memilih untuk membuat kue berbahan kacang untuk hidangan saat Lebaran. Apalagi, melihat hasil tanaman kacang tanah di desanya yang cukup melipah.

Selain itu, hasilnya juga digunakan untuk dijual kepada tengkulak. Menurut Heru, per kilogram kacang tanah bisa dijual seharga Rp 12 ribu. Sisanya digunakan sebagai bibit untuk ditanam pada musim berikutnya.

Heru mengaku, sangat mendukung terhadap seluruh aktivitas warganya. Dukungan ini di antaranya, berupa penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan warga. Salah satunya dengan pengajuan bantuan alat pertanian pada Pemkab Pasuruan. “Kalau pemerintah desa hanya mendukung dengan memberikan irigasi yang baik. Selebihnya merupakan ikhtiar dari masing-masing petani,” ujarnya. (fun)