Saling Cokot, Pengedar Pil Ini Diringkus Polisi

BANGIL – Empat pengedar pil kolo diamankan anggota Satreskoba Polres Pasuruan. Keempatnya berhasil diamankan, setelah saling cokot.

Keempat tersangka yang diringkus adalah M. Syaifudin, 18 dan M. Emil Amruolloh, 17, warga Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Lalu, M. Sumar, 22, warga Keboguyang, Kecamatan Jabon, Siodarjo dan Akhmad Rosul, 34, warga Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Kasat Reskoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono menguraikan, keempatnya ditangkap Rabu (10/10) pagi. Penangkapan keempat tersangka berjalan mulus, setelah mereka saling cokot.

Petugas awalnya menangkap Syaifudin, pukul 07.00. Syaifudin ditangkap di depan pabrik PT Duta Mas, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji. Prosesnya, dilakukan dengan cara “menipu” tersangka.

Petugas berpura-pura menjadi orang yang ketagihan pil koplo. “Kami menghubungi tersangka dan berpura-pura menjadi pembeli yang tengah kecanduan obat,” jelas Nanang.

Penyamaran itu membuahkan hasil. Tersangka datang membawa 100 pil koplo berlogo Y. Saat menyerahkan obat itulah, petugas langsung menyergapnya. Dari penyergapan itulah, petugas mendapati nama rekannya yang juga berprofesi sama.

“Setelah menangkap Syaifudin, kami melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga tersangka lain,” bebernya.

Petugas berhasil menangkap Emil Amruolloh yang disebut-sebut tak tamat kelas 2 SMA tersebut. Disusul Sumar dan Akhmad Rosul.

Dari penangkapan para tersangka itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Total ada 1.530 pil koplo yang diamankan. Selain itu, petugas juga mengamankan empat buah handphone dan sejumlah barang bukti lainnya.

Atas perbuatannya itu, keempat tersangka diamankan ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan. Mereka terancam hukuman 10 tahun penjara karena dianggap melanggar pasal 197 subsider 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (one/fun)