Jaringan PDAM Kota Rusak Lantaran Pipa Terkena Alat Berat Proyek Perbaikan Jalan

PASURUAN – Proyek perbaikan jalan Airlangga berimbas pada jaringan perusahaan daerah air minum (PDAM). Warga Kota Pasuruan yang menggunakan PDAM untuk kebutuhan sehari-hari dibuat tidak nyaman beberapa hari terakhir. Pasalnya, air PDAM di sejumlah kelurahan mampet.

Seperti yang diutarakan Meni, salah seorang warga di Kelurahan Wirononini. Ia mengaku sejak Rabu (10/10), air PDAM di rumahnya mampet. Padahal, ia sudah membayar tagihan PDAM tepat waktu. Kondisi ini membuat keluarganya tidak nyaman.

“Saya dan keluarga saya kan butuh air untuk mandi dan minum. Kalau airnya tidak nyala seperti ini gimana. Untungnya kami memiliki sumur. Sementara, kebutuhan dari situ,”katanya.

Hal senada juga diutarakan Ridho, warga Kelurahan Wirogunan. Ia menjelaskan warga kerap mengeluh. Sebab, air PDAM sering mati. Seperti yang terjadi pada senin lalu (8/10), namun keesokan harinya bisa nyala kembali.

“Tapi, hari ini (12/10, Red) mati lagi. Ini kenapa ya, kok bolak balik mati. Kan kasihan warga yang menggunakan air PDAM. Padahal kewajiban membayar sudah,” jelasnya.

Direktur PDAM Kota Pasuruan, Robert Balbut membenarkan adanya gangguan distribusi air PDAM DI Wironini. Kondisi ini tidak terlepas dari adanya pipa PDAM di Jalan Airlangga yang rusak akibat terkena eskavator proyek rehab jalan.

Pihaknya pun sudah mengidentifikasinya sejak Rabu (10/10). Namun, PDAM terkendala dengan tidak adanya alat perbaikan pipa dan alat ini baru datang Kamis sore (11/10). Pihaknya pun sudah memperbaiki pipa PDAM yang rusak ini.

“Seharusnya hari ini (12/10) sudah mengalir. Terkait yang di Kelurahan Wirogunan saya kurang dapat memastikan. Namun memang banyak yang kena imbas proyek pembangunan,” ungkapnya. (riz/fun)