Pajak Air Bawah Tanah Capai Rp 20 Miliar, Sudah Lampaui Target

PASURUAN – Kendati baru triwulan ketiga atau akhir September 2018, penerimaan pajak Air Bawah Tanah (ABT) di Kabupaten Pasuruan, sudah melebihi target. Dari target Rp 18 miliar, saat ini pajak ABT mencapai Rp 20,921 miliar atau 116,23 persen.

Kondisi ini, menurut Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan bisa terjadi karena penggunaan ABT cukup tinggi. “Ini berarti, tingkat penggunaan ABT di Kabupaten Pasuruan cukup tinggi tahun ini. Terbukti realisasi sudah mencapai 116,23 persen atau Rp 20,921 miliar dari target yang ditentukan,” jelasnya.

Dijelaskan Syafi’i, pajak ABT dibebankan pada penggunaan ABT oleh pabrik atau perusahaan. Penggunaannya yaitu air tanah yang dibor lebih dari 100 meter. Biasanya, oleh pabrik atau perusahaan, air tanah ini diperuntukkan untuk proses produksi.

“Untuk pajak ABT ini, memang diperuntukkan perusahaan yang pengeborannya lebih dari 100 meter dan untuk industri,” jelasnya.

Sedangkan rumah tangga yang melakukan pengeboran, tidak kena pajak ABT. Sebab, pengeborannya tidak terlalu dalam.

Biasanya, perusahaan yang memanfaatkan ABT adalah perusahaan air minum dalam kemasan. Selain pemakai air tanah yang rutin berproduksi, pajak ABT melampaui target karena ada tambahan wajib pajak, juga perubahan pemakaian air di industri. (eka/fun)