TPA Kenep Dilalap Api, Tujuh Gubuk Pemulung Hangus

BEJI–Amuk si jago merab membara di Tempa Pembuangan Akhir (TPA) Kenep, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Imbasnya, tujuh gubuk pemulung, ludes dilalap api.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun ada yang menyebut, kobaran api muncul, imbas putung rokok salah satu pemulung yang membakar sampah-sampah di TPA setempat.

Insiden kebakaran itu berlangsung Senin (15/10) sekitar pukul 13.15. Ketika itu, para pemulung di TPA Kenep tengah sibuk dengan aktivitasnya memunguti sampah. Mereka tiba-tiba dikejutkan dengan kobaran api yang membakar barongan.

Kumpulan pohon pring yang menua itu, dilahap api hinggi memicu kepanikan. Kepanikan bertambah, lantaran kobaran api merembet ke gubuk-gubuk yang biasanya ditempati pemulung untuk menimbun sampah.

Kobaran api semakin menjadi-jadi, setelah membakar gubuk sejumlah pemulung dan pengepul. Gubuk-gubuk itu mudah terbakar, lantaran berisi plastik serta kertas dan bahan-bahan mudah terbakar lainnya.

“Apinya dari barongan. Kemudian merembet ke gubuk-gubuk,” kata Siatun, 60, salah satu pemulung yang ada di TPA Kenep.

Siatun menambahkan, ada tujuh gubuk yang terbakar. Biasanya, gubuk itu digunakan untuk pemulung berteduh. Serta menjadi tempat untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang dipungut.

Ia menduga, kebakaran itu dipicu putung rokok salah satu pemulung. “Tadi ada yang rokokan. Kemungkinan karena rokok,” sampainya.

Sagiman, 50, salah satu pengepul yang gubuknya terbakar mengaku, rugi jutaan rupiah imbas kebakaran itu. Pasalnya, selain gubuk, ada barang-barang bekas siap jual yang ikut terbakar. “Kerugiannya lebih dari Rp 7 juta,” akunya.

Sagiman tak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Karena, saat tiba di lokasi, ia sudah mendapati kobaran api membesar membakar barongan. “Apinya sudah besar. Semula saya kira tidak akan mengenai gubuk saya, ternyata ada gubuk terbakar yang roboh mengenai gubuk saya,” tuturnya.

Kepala Damkar Kabupaten Pasuruan, Ruspandi mengaku, mendapat laporan kebakaran sekitar pukul 13.30. Begitu mendapat laporan, pihaknya bergerak ke lokasi untuk menjinakan api.

Butuh waktu sekitar 30 menit untuk menghentikan kobaran api. “Penyebabnya, kami belum bisa pastikan. Apakah karena cuaca yang memang terik, atau karena ada yang sengaja bakar-bakar atau disebabkan putung rokok,” jelasnya. (one/mie)