Persekabpas Tersingkir, Manajer: Barcelona pun Akan Kalah di Banjarnegara

GAGAL MELAJU: Ekspresi kekecewaan kapten Persekabpas M Faruq usai gagal memanfaatkan peluang. Persekabpas gagal melaju ke fase selanjutnya usai dikalahkan Persibara. (Zubaidillah/ Radar Bromo)

Related Post

BANJARNEGARA–Kiprah Persekabpas di Liga 3 Zona Jawa berakhir. Itu setelah di leg kedua, tim berjuluk Laskar Sakera itu dihempaskan Persibara Banjarnegara dengan skor telak 3-0 di Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara, Selasa (16/10).

Dengan kekalahan itu, agregat gol menjadi 3-5 untuk Persibara Banjarnegara. Secara otomatis tim kesayangan warga Kabupaten Pasuruan pun gagal melangkah ke babak berikutnya.

Petaka bagi tim besutan Kasianto itu, bermula dari hadiah penalti yang diberikan wasit kepada pemain Persibara Banjarnegara. Wasit meniup pluit dan menunjuk titik putih, setelah pemain belakang Persekabpas dianggap melakukan pelanggaran.

Padahal, pihak Persekabpas memandang tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Meski sempat mengajukan protes, eksekusi pinalti tetap diputuskan.

Tendangan 12 pas itu, diambil oleh Teja Ridwan. Pemain bernomor 27 itupun menceploskan bola yang tak  mampu dibendung oleh Alfarisi.

Tertinggal satu gol, membuat tim Persekabpas berusaha untuk bangkit. Namun, petaka kembali terjadi. Wisnu Nugroho yang melakukan penyerangan, dianggap sebaris dengan pemain belakang Persekabpas.

Wasit tak meniup pluitnya, ketika pemain bernomor punggung 9 itu, dinilai tim Persekabpas offside. Tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang, Wisnu pun dengan mudah menceploskan bola. Skor kembali berubah di menit 34, 2-0 untuk Persibara.

Kekalahan tim Persekabpas semakin telak, ketika Wisnu lagi-lagi mencetakkan gol ke gawang Alfarisi. Tendangannya di menit ke 40, tak mampu dihalau. Sehingga, bola menerjang jala dan mengubah kembali skor, 3-0 untuk Persibara.

Di babak kedua, arek-arek Sakera berusaha tampil lebih garang. Sayang, serangan demi serangan yang dibangun, tak mampu membuahkan gol. Hingga babak kedua berakhir, skor tak berubah 3-0 untuk kemenangan Persibara Banjarnegara.

Hasil akhir ini, membuat Manajer Persekabpas Pasuruan, Suryono Pane meradang. Ia menganggap, tim Persibara tidak tampil dengan sebelas pemain. Melainkan empat belas pemain. Tiga pemain lainnya adalah wasit.

“Kami benar-benar dirampok oleh wasit. Tim Persibara tidak tampil sebelar orang, tapi 14 orang yang mana tiga diantaranya adalah wasit. Tiga wasit itu, membantu kemenangan Persibara,” ketusnya.

Ia menambahkan, secara permainan, timnya bermain dengan baik. Sayangnya, keputusan wasit benar-benar merugikan timnya. Hingga akhirnya, gol demi gol kekalahan timnya tercipta.

“Tidak ada angin tidak ada yang menekling, tiba-tiba wasit menunjuk titik putih dan menghadiahi pinalti. Begitupun dengan gol kedua. Jelas-jelas offside tapi gol disahkan wasit,” bebernya.

Lewat akun facebooknya Pane Wong Dheso, Suryono juga mengkritik kepemimpinan wasit. “Barcelonapun akan kalah kalo main di banjar negara#Selamat kepada PSSi#ternyata teknis pemain tidak teralu penting dalam liga 3 indonesia#” begitu tulisnya di akun FB miliknya. (one/mie)