Api di Gunung Semen Mulai Padam, Ternyata Perburuan Liar jadi Pemicu Kebakaran

KRUCIL – Setelah berjibaku selama 6 hari, kebakaran hutan di kawasan hutan konservasi di Pegunungan Argopuro, akhirnya bisa dipadamkan. Sedikitnya, 50 hektare hutan lindung hangus terbakar di Gunung Semen hingga Padang Savana Cikasur.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) KLHK Jawa Timur Mamat Ruhimat mengatakan, Rabu (17/10), kebakaran tersebut dinyatakan padam. Blok yang terbakar adalah di Gunung Semen dan melebar hingga ke Padang Savana Cikasur sepanjang 700 meter. Sementara bagian hutan yang terbakar yaitu tegakan cemara gunung dan semak belukar.

Kebakaran berhasil dipadamkan dengan semprotan air jet shutter dan pembuatan sekat bakar oleh petugas. Satu alat jet shutter mampu menampung 15 liter air. Selain itu, juga didukung dengan air embun dan angin yang tidak kencang.

Meski demikian, bukan berarti upaya pemadaman kebakaran itu tanpa kendala. “Kendalanya adalah lokasi kebakaran jauh dengan sumber air. Bahkan, untuk menjangkau ke lokasi kebakaran butuh waktu 3 jam perjalanan,” terangnya.

Selain itu, petugas terkendala topografi medan yang curam. Sehingga, petugas kesulitan membuat pergerakan dan sekat bakar. Bahkan, lokasi tersebut juga jauh dari jangkauan akses kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Petugas jalan kaki harus menempuh waktu 8 hingga 9 jam. Jumlah personel di lapangan juga sangat terbatas,” terang Mamat Ruhimat.

Mamat pun menyayangkan terjadinya kebakaran tersebut. Sebab, diduga kebakaran itu terjadi karena ulah manusia. Ada warga yang diduga melakukan perburuan liar dengan cara memikat.

“Di sekitar lokasi kebakaran ditemukan bekas nge-camp dan api unggun. Mereka lewat jalan tikus yang tidak terlihat petugas,” ujarnya.

Mamat menampik kebakaran itu disebabkan oleh pendaki. Pasalnya, kawasan tersebut ditutup untuk pendakian. Pihak pemilik lahan perkebunan juga tidak mungkin. Karena kawasan tersebut jauh dari masyarakat.

“Karena itu, kami mengimbau tidak masuk hutan tanpa izin. Sebab, kawasan itu ditutup karena khawatir kebakaran,” pungkasnya. (hil/hn/fun)