Ditinggal Pulang, Warung Es Degan di Wonorejo Terbakar, Kelapa Pun Ikut Dilalap Api

WONOREJO – Hasyim Asyari hanya bisa pasrah, melihat warung miliknya menjadi puing-puing setelah hangus terbakar. Dengan bantuan warga, pria asal Dusun Karangpoh, Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan hanya bisa menyelamatkan sejumlah barang yang belum tersentuh kobaran api.

Warung milik Hasyim yang terletak di tepi Jalan Raya Malang-Pasuruan, tepatnya di Desa Kluwut, terbakar Jumat pagi (19/10). Sebagian besar warung miliknya sudah habis dilalap si jago merah.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 6.30 itu pun memantik perhatian warga maupun pengguna jalan yang melintas. Saat kebakaran terjadi, warung yang menyediakan es degan dan makanan ringan itu memang masih dalam keadaan tertutup. Hasyim mengaku, dirinya memang sempat mendatangi warungnya sekitar pukul 5.30. Biasanya, warung baru dibuka sekitar pukul 8.00.

“Paginya saya membawa kompor dan elpiji yang memang setiap hari saya bawa pulang, namun saya pastikan kompor itu tidak menyala. Lha wong saya taruh begitu saja kemudian saya pulang lagi,” ungkapnya saat dijumpai di lokasi.

Namun, satu jam berselang ia dijemput seseorang yang datang ke rumahnya mengabarkan bahwa warungnya kebakaran. Kontan , Hasyim pun terkejut. Ia langsung bergegas menuju warungnya yang tak bisa terselamatkan. Sebab, warga sekitar tak bisa berbuat banyak dalam memadamkan api.

Sumber api yang diduga berasal dari bagian dapur disisi utara warung itu terus merambat. Warung yang terbangun dari anyaman bambu itu pun dalam waktu singkat dilalap api. Dengan begitu cepat, kayu-kayu penopang rapuh setelah menjadi arang.

Kobaran api kian membesar saat terpaan angin kencang berembus. Bangunan warung seluas 20×5 meter itu pun berubah menjadi puing-puing. Warga hanya bisa mengamankan setumpuk meja kursi yang berada di depan warung, agar tak ikut terbakar. (tom/fun)