Heboh Bocah Jati Mendadak Seperti Terkhitan, Ini Penjelasan Medisnya

MAYANGAN-Fugo Ardiyansyah, Bocah 4 tahun asal gang Pelita II, RT 6/ RW 2, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo bikin heboh warga setempat. Pasalnya, baru-baru ini ia mengalami perubahan di kemaluannya.

Ia mendadak seperti terkhitan. Hal itu pun membuat warga setempat geger. Bahkan ada yang menyebut, Fugo dikhitan jin.

          Kariyani, 40, ibu bocah itu menjelaskan, awal mula Ia mengetahui anak bungsu dari empat bersaudara itu telah terkhitan pada Kamis sore (18/10), pukul 15.30.

Saat itu, bocah yang akrab disapa Ardi itu pulang bermain. Ia bermain di area sekitar rumah. Ia pulang dengan kondisi celana basah. Ardi pulang dan bilang ke ibunya mau kencing.

Betapa kagetnya Kariani ketika melihat kemaluan sang anak sudah berubah bentuk saat itu. Kondisi kemaluannya seolah-olah seperti telah terkhitan.

“Saya kaget, kok burungnya sedikit bengkak, dan bentuknya seperti disunat. Padahal, tak ada darah apapun di sekitarnya. Selain itu anaknya ndak mau cerita apa-apa mengenai burungnya itu,” terangnya.

Lantaran kawatir, Kariyani langsung menelpon Muh Sidik, 28 suaminya yang sedang bekerja di Surabaya. “Ayahnya kerja di koperasi Surabaya, pulangnya seminggu sekali. Jadi, sampai sekarang ayahnya belum melihat secara langsung. Hanya tahu saat saya menelponya. Kemungkinan besok (Sabtu) dia pulang,” terang Kariyani pada saat dijumpai Jumat (19/10) pagi.

Pasca kejadian itu, Ardi jadi jadi jarang bicara. Kariyati berencana, jika tiga hari kedepan kondisi kemaluan Fugo tetap seperti itu, maka akan diperiksakan ke dokter. “Om-nya bilang, jangan bawa ke dokter dulu. Tunggu tiga hari, kalau tetap seperti itu (kondisi terkhitan), langsung bawa ke dokter saja. Khawatir terjadi apa-apa,” terangya menirukan perkataan omnya.

Menurutnya, dari keluarganya belum pernah ada yang mengalami hal seperti Fugo. “Banyak yang bilang anak saya disunat oleh jin. Ya, percaya gak percaya sih. Tapi, buktinya ada,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pelayanan Medik (Yanmek) di RSUD Moh Saleh Agus Tri Wahyudi mengaku kaget mendengar kabar itu. Pasalnya hal itu sangat ebrtentangan dengan medis.

“Diperiksakan terlebih dahulu saja. Bisa jadi, itu akibat dimainkan sehingga tertarik. Namun ujungnya tetap masih ada. Jika memang ujungnya sudah tak ada, serta bentuknya sudah sepeti hasil sunatan dan jahitan, namun tak ada tindakan minimal melakukan pemotongan, nah itu yang kami tak bisa jelaskan,” bebernya. (rpd/mie)