Pembunuh Waria Bos Katering Didakwa Pembunuhan Berencana

BANGIL – Kasus pembunuhan bos katering, Slamet Pujianto alias Metty, 44, warga Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, mulai disidang. Kamis (18/10), ETF, 17, yang jadi tersangka pembunuh, didudukkan di kursi pesakitan PN Bangil.

Sidang yang dilangsungkan sekitar pukul 12.30 itu berjalan tertutup. Hanya keluarga dan saksi yang diperkenankan masuk. Awak media yang hendak meliput, tidak diperkenankan mengikuti jalannya sidang.

Sidang sendiri dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Bangil Aswin. Dalam sidang kemarin (18/10), ETF dihadirkan untuk mendengarkan dakwaan atas dirinya. Selain itu, sejumlah saksi juga dihadirkan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Pasuruan Andik Hamsah menguraikan, ETF didakwa atas pelanggaran pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ia disinyalir telah berniat membunuh korbannya.

“Kami menganggap Anak, sudah berniat membunuh korban. Makanya, kami mengenainya pasal pembunuhan berencana,” terang Andi.

BERONDONG BAYARAN: Terdakwa ETF (kiri) dan Slamet alias Metty. (Foto Dok Jawa Pos Radar Bromo)

Selain pasal 340 KUHP, pihaknya juga menjerat tersangka dengan pasal 365 KUHP ayat (2) ke-1 tentang Pencurian dengan Kekerasan, hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Sebab, ETF juga disangka ingin menguasai harta korban.

“Pasal 365 merupakan alternatif. Dan, perlu digarisbawahi, hukuman untuk anak adalah separo dari hukuman orang dewasa. Anak juga tidak bisa dihukum mati,” bebernya.

Penasihat Hukum ETF, Wiwik Tri Haryati menguraikan, selain pembacaan dakwaan oleh JPU, dalam sidang tersebut juga digelar keterangan saksi dan ETF. Sedikitnya ada tujuh orang saksi yang dihadirkan.

Selain dua polisi yang menangkap ETF, juga ada keluarga dari korban. Serta, tiga orang dari komunitas gay yang merupakan sahabat korban. “Agendanya, tak hanya dakwaan. Tapi juga keterangan saksi dan keterangan Anak (ETF, Red.),” kata Wiwik -sapaannya.

Diuraikan Wiwik, salah satu saksi yang merupakan anggota gay mengaku sudah menjalin hubungan delapan tahun dengan korban. “Salah satunya memang kekasih korban. Tetapi, ada pula yang mengaku kekasih Anak (ETF, Red.),” bebernya.

Seperti diketahui, Metty ditemukan tewas mengenaskan rumahnya pada 26 September 2018. Ia diduga tewas dibunuh oleh kekasihnya, ETF.

Saat ditemukan, tubuhnya terlentang dengan tangan kirinya menutup kepala. Lantai tempatnya berada, berlumuran darah. Setelah ditelurusri, petugas kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku. Dia adalah ETF yang ditangkap pada 29 September 2018. (one/fun)