Maling Bersarung Satroni Rumah Guru di Jalan Taman Indrakila, Motor Scoopy Amblas

BIAR TAK DIKENALI; Pelaku yang memakai sarung dan bermasker, masuk dengan melompati pagar rumah di Jalan Taman Indrakila, Kelurahan Kandangsapi, Minggu (21/10) dini hari. (screen shot cctv)

Related Post

PANGGUNGREJO – Kota Pasuruan belum aman dari aksi pencurian kendaraan bermotor. Buktinya, Minggu (21/10) dini hari, sebuah rumah di Jalan Taman Indrakila, Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, disatroni pencuri. Pelaku yang mengenakan sarung dan memakai masker itu berhasil menggondol sebuah motor Honda Scoopy.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 03.00. Aksi itu bermula saat Juma’ali, memarkir motor di teras rumahnya, Sabtu (20/10) malam. Setelah parkir, Juma’ali yang diketahui seorang guru di sebuah SMPN di Kota Pasuruan tersebut, langsung masuk ke rumah,.

Hingga sekitar pukul 03.00, ada pelaku curanmor yang beraksi. Jumlahnya diprediksi dua orang. Pelaku rupanya mengetahui, pemilik rumah lupa mengunci pintu pagar. Singkatnya, pelaku masuk dengan melompati pagar dan membukanya.

Pelaku yang memakai sarung dengan masker di wajah itu, lalu membawa motor Honda Scoopy yang sejatinya sudah terkunci setir tersebut. Selanjutnya pelaku menuntun motor untuk dibawa keluar.

Korban sendiri baru mengetahui adanya pencurian itu usai subuh. Korban terkejut karena motor sudah tidak ada di teras rumah.

DITUNTUN: Setelah melompati pagar, pelaku dengan mudah merusak kunci motor dan membawa kabur. (screen shot cctv)

Juma’ali yang ditemui di rumahnya mengaku, aksi pencurian terjadi lantaran pintu pagar lupa digembok. “Hanya engsel pintu gerbang hanya terpasang. Tapi memang tidak digembok. Malam harinya saya lupa ngunci. Tapi meski hanya engselnya saja yang ditutup, pagar sebenarnya tidak bisa dibuka dari luar” kata Juma’ali. Karena itulah pelaku tetap melompat pagar.

Atas insiden itu, korban sudah melapor ke polisi. Minggu pagi, petugas juga sudah melakukan olah TKP. (tom/fun)