Akreditasi Panti Asuhan Molor, Tahun Depan Ditarget 10 Lembaga

PASURUAN – Rencana Dinas Sosial untuk segera mengakreditasikan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan harus mundur. Selain karena masih persiapan pemberkasan dan sarana prasarana, jumlah LKSA yang ikut akreditasi dipastikan bertambah hingga 10 LKSA. Ke sepuluh LKSA itu baru ditargetkan meraih akreditasi tahun depan.

Gunawan Wicaksono, PLT Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan, Dinsos sebelumnya berencana untuk mendaftarkan akreditasi 8 LKSA yang sebelumnya belum ikut akreditasi. “Tahun lalu, sudah ada 27 LKSA yang ikut. Dan tersisa 8 LKSA yang belum terakreditasi,” jelasnya.

Sehingga tahun ini rencananya yang belum mendapatkan akreditasi akan didaftarkan Badan Akreditasi LKSA Pusat dari Kementrian Sosial agar segera terakreditasi. Namun karena sudah mepet akhir tahun, target itu meleset. Disamping itu lembaga yang akan di akreditasi saat ini proses masih pengumpulan pemberkasan dan juga persiapan sarana dan prasarana.

Menurut Gunawan persiapan ini juga tidak mudah. Sebab, Dinsos juga harus terus melakukan pendampingan sampai benar-benar siap. Selain 8 LKSA yang sudah lama, juga ada 2 LKSA baru yang berdiri tahun ini juga akan ikut serta akredtasi. Kedua LKSA yang baru tersebut yang berada di Prigen dan juga Lekok.

Dalam akreditasi ini, Dinas Sosial memiliki tugas memberikan pendampingan, pengawasan dan juga mendorong agar kualitas LKSA yang baru juga segera terakreditasi. Ini agar layanan LKSA juga sesuai standar agar nyaman bagi anak-anak yang dirawat disana.

“Sehingga kami targetkan kedepan ada 10 LKSA yang ikut akreditasi. Dan targetnya untuk penilaian sudah dilakukan awal tahun 2019 mendatang,” pungkasnya. (eka/fun)