Ini Analisis BMKG saat KM Cahaya Bahari Jaya Hilang Kontak di Paiton

MAYANGAN-Hilang kontaknya kapal motor Cahaya Bahari Jaya, sejauh ini masih misterius. Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan hingga Selasa malam (23/10), belum membuahkan hasil.

Hilangnya kapal itu pun juga memantik perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Surabaya. Rilis BMKG itu, memuat analisa terkait dugaan tenggelamnya kapal dan penemuan mayat di Pamekasan, Madura dan Probolinggo.

Dalam rilis itu dijelaskan, kondisi cuaca saat kejadian bertepatan dengan KM Cahaya Bahari Cahaya diduga hilang kontak, pada Sabtu (20/10). Hingga sampai jenazah salah satu nelayan, Rohim ditemukan di Pamekasan pada Minggu (21/10).

Dari analisa BMKG disebutkan, arah angin saat itu dari Selatan – Tenggara dengan kecepatan 10 – 15 knot. Sementara  arah arus menuju Barat – Utara dengan kecepatan 5 – 10 cm per detik di sekitar perairan Probolinggo dan Arah arus menuju Barat dengan kecepatan 5 – 15 cm perdetik di sekitar perairan pantai Jumiang Pamekasan (tempat jenazah Rohim ditemukan).

Sementara itu, tinggi gelombang Maksimum 0,3 – 0,5 meter. Visibility 8 km dan Kondisi Cuaca di lokasi kejadian Berawan. “Sementara ini, kami belum bisa menentukan. Apakah kapal itu tenggelam karena kena ombak atau karena bocor. Sampai sekarang belum bisa ditentukan,” ujar Kasat Polair Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno.

Diketahui, 8 nelayan asal Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota probolinggo di kabarkan hilang kontak Sabtu (20/10) di sekitar perairan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sehari setelahnya, salah seorang ABK kapal ditemukan meninggal dunia di perairan Pamekasan, Madura yakni Rohim. Sedangkan ketujuh lainnya yakni, Windi, Wahyu, Samsul, Iwan, Giman, Marwan dan juga Tomi masih belum ditemukan. (sid/mie)