Korupsi Dana Desa, Kades Mulyorejo Divonis 4 Tahun, Lebih Ringan dari Tuntutan

BANGIL – Kepala Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Sutrisno, harus mendekam lama di balik jeruji penjara. Lelaki 46 tahun tersebut, dianggap bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun 2015-2016.

Sutrisno dianggap melanggar pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi. Ia dianggap melakukan perlawanan hukum dengan memperkaya diri sendiri. Dampaknya memicu kerugian negara.

Atas perbuatannya itulah, Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis 4 tahun penjara padanya. Tak hanya hukuman badan. Ia juga harus membayar denda Rp 200 juta serta uang pengganti Rp 167 juta.

Bila tidak, hukumannya bakal ditambah. Masing-masing tiga bulan untuk hukuman denda yang tak mampu dibayarnya. Serta, empat bulan kurungan untuk uang pengganti yang tidak diserahkannya.

“Sudah divonis tadi (Rabu, 24/10, Red). Terdakwa dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. Serta, harus membayar denda Rp 200 juta subider 3 bulan dan uang pengganti senilai Rp 167 juta subsider 4 bulan kurungan,” kata Denny Saputra, kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan.

Vonis tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan JPU Kejari Kabupaten Pasuruan sebelumnya. Menurut Denny, terdakwa dituntut hukuman 6 tahun penjara pada sidang sebelumnya. Ia juga dituntut membayar denda Rp 200 juta. Bila tidak, denda itu harus diganti dengan hukuman badan selama 6 bulan.

Serta, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara, sebesar Rp 167 juta. Bila tidak, uang pengganti itu akan digantikan hukuman badan selama 4 bulan. “Vonis hakim lebih rendah dibanding tuntutan kami,” ungkapnya.

Beberapa hal disebut menjadi pertimbangan hakim. Selain berlaku sopan, terdakwa juga mau mengakui apa yang dilakukannya. Sementara hal yang memberatkan, terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah.

Sebagai kepala desa, seharusnya ia mendukung pemberantasan korupsi. Kenyataannya, ia malah melakukan tindak korupsi tersebut.

Seperti diberitakan, Kepala Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Sutrisno, tersandung masalah. Ia ditetapkan tersangka oleh Kejari Kabupaten Pasuruan atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun 2015-2016. Kejari mengendus adanya dugaan korupsi itu sejak Oktober 2017 lalu.

Sutrisno ditengarai melakukan manipulasi kuitansi belanja dan me-mark up anggaran sejumlah proyek di desanya. Kerugian yang ditemukan sekitar Rp 167 juta.

Sutrisno akhirnya diamankan pada 27 April 2018. Hingga akhirnya, kasusnya masuk persidangan. Dan Rabu (24/10) ia divonis bersalah oleh majelis hakim tipikor. (one/hn/fun)