Usai Bongkar Makam Bidan, Polisi Masih Tunggu Otopsi dan Dalami Informasi Lain

PASURUAN – Penyelidikan kasus bunuh diri yang dilakukan seorang warga perumahan di Sekargadung, Purworejo, Kota Pasuruan masih menjadi PR bagi pihak kepolisian. Upaya pengusutan dugaan kematian tak wajar pun diperkirakan akan memakan waktu. Sebab, hingga saat ini hasil otopsi yang dilakukan terhadap jasad korban masih belum turun.

Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso. Ia tak menepis bahwa hasil otopsi yang dilakukan tim forensik dari RS Bhayangkara, Porong memang belum juga turun. Ia sendiri mengaku tak dapat memastikan kapan hasil otopsi itu akan disampaikan kepadanya.

“Yang jelas memang belum ada sampai saat ini. Belum keluar hasilnya,” ungkapnya.

Slamet menyebut, pihaknya juga akan menunggu hasil otopsi tersebut. Sebab, dugaan kematian tak wajar sebagaimana kecurigaan keluarga korban harus dipastikan melalui serangkaian penyelidikan yang jelas. “Karena kami mengusut perkara ini juga berdasarkan hasil otopsi. Itu kan berkaitan dengan kecurigaan-kecurigaan yang disampaikan (keluarga korban). Apakah ada tanda-tanda kejanggalan dalam kematian korban atau tidak,” jelas dia.

Meski begitu, Slamet juga memaparkan pihaknya tetap melakukan penyelidikan dari sisi lain. Menurutnya, hal itu dilakukan dengan cara mendalami informasi dan keterangan yang disampaikan sejumlah saksi.

Untuk diketahui, hampir sebulan yang lalu polisi telah membongkar makam Rasni Firlindasari, 29, di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Beji. Pembongkaran makam yang dilakukan pada 26 September silam itu, dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak keluarga korban, yang menduga kematian akibat bunuh diri dirasa janggal. (tom/fun)