Empat Kios Pasar Bangil Hangus, Kerugian Ratusan Juta

BANGIL–Kepanikan melanda para pedagang dan pengunjung Pasar Bangil, Selasa dinihari (30/10). Itu setelah terjadi kebakaran di kawasan setempat.

Empat kios yang ada di pasar Bangil hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. Api pertama kali berkobar diketahui sekitar pukul 03.15.

Saat itu, aktivitas pedagang di Pasar Bangil sisi belakang, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Bangil, sedang tenang. Sejumlah pedagang yang menetap di kiosnya masing-masing, tengah beristirahat.

Hingga kobaran api menyala-nyala di salah satu kios pasar setempat. Kepanikan pun muncul, hingga mengundang warga berdatangan. Mereka bahu membahu untuk menjinakkan si jago merah.

“Kami sedang istirahat. Saat terbangun, saya melihat api sudah menyala-nyala. Saya panik, dan berteriak meminta pertolongan,” ujar Nur Hasan, salah satu pedagang di pasar Bangil.

Menurut Nur Hasan, warga yang berdatangan berusaha untuk menjinakkan api. Mereka menggunakan alat seadanya. Seperti timba, untuk menyiramkan air ke kobaran api.

Upaya itu benar-benar tak mudah. Api yang menyala besar, kian merembet ke kios-kios yang lain. Dimulai dari salah satu kios , hingga merembet ke kios yang lainnya. Tak kurang ada empat kios di pasar setempat, hangus terbakar.

Kapolsek Bangil, Kompol Iskhak mengungkapkan, belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Apakah berasal dari korsleting atau ada kegiatan bakar-bakar sampah yang akhirnya menyulut pada kobaran api.

“Berdasarkan keterangan saksi yang kami dapatkan, mereka melihat api ketika sudah membesar. Sejuah ini, penyebabnya masih dalam penyelidikan,” ungkap dia.

Ia menjelaskan, kebakaran itu bermula dari kios milik Niwati. Kios tersebut menyala-nyala pada bagian belakangnya. Selanjutnya, merembet ke kios yang ditempati Kusmiati Yumaro, Yusuf Bagus serta Imamah.

Kepala Pasar Bangil, Zainul menguraikan, kebakaran tersebut memicu kerugian yang tak sedikit. Ditaksir kerugian mencapai lebih dari Rp 400 juta.

“Kalau masyarakat misalnya mau swadaya untuk memperbaikinya, kami sangat mempersilahkan. Tapi, perlu ada tahapan-tahapan terlebih dahulu. Kami juga masih akan ajukan pembenahannya ke dinas,” ungkapnya. (one/mie)