Ijazah Ditahan Eks Tempat Bekerja, Remaja Sukoharjo Ini Wadul Disnaker

MAYANGAN – Fendik Edi Hariyanto, 22, warga Jalan KH. Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, Senin (29/10). Kedatangan Fendik ke Disnaker, untuk mengeluhkan ijazahnya yang ditahan eks perusahaan tempat dia bekerja.

Edi -sapaan akrabnya- mendatangi kantor Disnaker sekitar pukul 11.00. Ia ditemui Kasi Hubungan Industrial yakni Nova RA. Saat itu ia langsung menjelaskan perihal ijazah yang tidak diberikan setelah ia berhenti kerja.

“Ijazah saya ini ditahan sudah 4 bulan. Akibatnya, saya sulit mendapatkan pekerjaan di tempat lain,” ujarnya.

Menurutnya, alasan perusahaan tempatnya bekerja yakni PT Bahana Lestari Morindo, yang ada di Jl Kartini, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, itu berubah-ubah. Padahal, ia memastikan tidak memiliki masalah saat berhenti kerja beberapa bulan lalu.

“Saya tidak punya masalah. Katanya ada BPKB klien yang belum saya kasih. Tetapi, sebelum saya keluar dulu sudah saya kasihkan kok,” tandasnya.

Mendapatkan keluhan itu, Nova akan segera menindaklanjuti laporan itu. Menurutnya, dalam aturan ketenagakerjaan, perusahaan tidak boleh menahan ijazah. “Kami nanti akan mendatangi kantor yang bersangkutan untuk mengambil ijazah itu,” katanya singkat.

Terpisah, Pimpinan PT Bahana Lestari Kota Probolinggo Supriyanto mengatakan, Edi sebenarnya tidak ada masalah. Persoalan ijazah yang belum diberikan itu karena yang bersangkutan ketika dihubungi oleh perusahaan, tidak merespons. “Ada buktinya, bahwa karyawan kami WA (WhatsApp) dan SMS Edi. Tapi tidak ada respons,” katanya.

Supriyanto mengaku, tidak bisa memberikan ijazah Edi lantaran dokumen penting itu ada di kantor pusat di Surabaya. Untuk mengambilnya, harus ada surat pengantar dari cabang.

“Ijazahnya ada di Surabaya. Sudah kami beri surat pengantar. Jadi, harus diambil di kantor pusat. Edi tinggal menyerahkan surat pengantarnya dan tinggal tanda tangan. Harus ke sana, karena butuh tanda tangan Edi untuk penyerahan ijazah,” tuturnya. (sid/rf/mie)