Toilet Alun-Alun Baru Disoal, Ini Penyebabnya

PANGGUNGREJO – Proyek face off Alun-alun Kota Pasuruan dikeluhkan oleh sejumlah warga. Mereka mempersoalkan pembangunan toilet di sayap gapura alun-alun. Toilet ini dipandang tidak memperhatikan nilai estetika atau keelokan.

Salah seorang warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Arif mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan keberadaan toilet yang berada tepat di seberang Masjid Jami Al Anwar. Kondisi ini menurutnya sangat tidak elok.

“Masjid ini kan merupakan tempat ibadah. Apalagi Masjid Jami jamaahnya bukan hanya dari Kota Pasuruan saja. Kelihatannya kan kurang menghormati,” jelasnya

Ketua Dewan Kesenian Kota Pasuruan Muhammad Roem Latif menjelaskan, pihaknya memang kerap mendapatkan keluhan serupa. Terutama dari warga wilayah Pantura yang kerap datang ke Kota Pasuruan untuk berziarah ke makam Mbah Hamid.

Bang Roem -sapaan akrabnya- meminta agar Pemkot dapat mempertimbangkan penggantian lokasi toilet. Misalnya, toilet dibangun di sayap alun-alun. Sedangkan dua bangunan yang sudah terbangun di dekat gapura itu bisa dialihfungsikan untuk lainnya.

“Masjid itu tempat suci. Apalagi Kota Pasuruan dikenal sebagai kota santri yang sangat menghormati masjid, habaib, dan kiai. Masa jamaah harus melihat toilet saat turun dari masjid,”ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Petamanan (DLHKP) Kota Pasuruan Rudiyanto mempersilakan kritikan tentang pembangunan toilet tersebut. ia menyebut, lokasi pembangunannya itu ditentukan melalui tahap perencanaan.

“Masyarakat bebas mengkritik. Itu hak mereka. Toh, pembangunan untuk proyek face off alun-alun ini sudah mempertimbangkan segala aspek termasuk keindahan,” jelasnya. (riz/fun)