Begini Cara Pemdes Sidogiri Tingkatkan Perekonomian Warganya

Beragam cara dilakukan Pemdes Sidogiri untuk meningkatkan ekonomi warganya. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kewirausahaan. Pemdes setempat bersama Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) memberi pelatihan pada puluhan warga, Oktober lalu.

FAHRIZAL FIRMANI, Kraton

Belasan pria dan wanita memadati pendapa Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton. Mereka tampak serius mendengarkan materi yang disampaikan. Usai materi diberikan, mereka pun lantas mencoba mempraktikkan segala arahan dari narasumber.

KONSEP SYARIAH: Pelatihan kue yang diikuti warga di Desa Sidogiri. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Peserta masuk ke lokasi yang disediakan untuk mencoba membuat kue. Ada yang mengaduk tepug, ada yang memasukkan adonan, namun ada pula yang menyiapkan penggorengan. Belasan peserta pelatihan ini sangat antusias mencoba.

Pemandangan ini tersaji pada pertengahan Oktober lalu. Maklum, selama lima hari mulai Senin-Jumat (12-16), diadakan program pelatihan kewirausahaan ekonomi produktif berbasis syariah. Pelatihan ini diberikan oleh Kemenaker bersama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri.

“Ada 20 peserta yang hadir dalam pelatihan, 16 dari unsur masyarakat desa, 2 dari LAZ, dan sisanya berasal dari lembaga pendidikan Pesantren Sidogiri,” jelas Kades Sidogiri Kodrat Abadikun.

Pelatihan yang diberikan pun beragam. Mulai dari menjahit, teknik sablon, kuliner berupa makanan dan kue, serta pembuatan perabot rumah tangga. Narasumber sendiri dari Politeknik Surabaya dan Kemenaker. Pelatihan diberikan dua macam, baik teori maupun praktik.

Pelatihan wirausaha berbasis syariah ini baru diadakan dua kali di Indonesia. Sebelumnya, Kemenaker mengadakan pelatihan di Al Azhar, Depok, Jawa Barat. Pelatihan ini untuk mendorong agar warga setempat lebih mandiri.

Kodrat menyebut, ada dua mekanisme soal pemberian modal usaha. Pertama, jika mereka termasuk kalangan tidak mampu, maka langsung diberi sebagai hak zakat. Sementara yang dari kalangan mampu, dengan meminjam.

Modal diberikan oleh LAZ Sidogiri. Besaran modal usaha yang diberikan bergantung dengan usaha yang ditekuni. Mereka akan didampingi oleh LAZ dan Politeknik Surabaya sampai usaha mereka sudah bisa berjalan secara mandiri.

“Saya sangat berterima kasih pada Kemenaker. Karena ini sangat positif untuk pemberdayaan masyarakat yang ujungnya untuk peningkatan perekonomian desa,” pungkas Kodrat. (fun)