Selidiki Kerangka di Lembah Karanglo Grati, Polisi Tes DNA

GRATI – Penemuan kerangka tulang manusia di Dusun Curahwulu, Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, terus didalami petugas kepolisian.

Kapolsek Grati, AKP Suyitno menjelaskan, proses evakuasi kerangka itu berjalan tak mudah. Lokasi ditemukannya kerangka jauh dari permukiman. Bahkan, lembah yang sungainya mengering selama musim kemarau itu, jarang didatangi penduduk. Lokasinya sepi, di seberang lembah sudah masuk wilayah Kecamatan Winongan.

Untuk menuju ke lembah itu, polisi dan warga harus menuruni lembah yang cukup curam. Satu-satunya cara untuk menuju ke sana yakni dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Jaraknya dari permukiman lebih dari 500 meter.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi kerangka itu. Proses evakuasi itu juga menemukan banyak kendala. Sebab, hari mulai petang.

Untuk mengevakuasi kerangka, petugas harus dibantu dengan lampu penerangan. Evakuasi berlangsung hingga malam hari. “Kami juga harus memastikan tidak ada sisa-sisa kerangka di sana. Karena sebagian sudah bercampur dengan tanah di antara bebatuan,” kata Suyitno.

Kondisi kerangka itu sendiri sudah tak utuh lagi. Tengkorak, tulang rusuk, tulang punggung, dan potongan jari sudah terpisah. Hanya tulang dada yang tak berhasil ditemukan petugas.

Kerangka itu kemudian dibungkus dalam kantong jenazah. Petugas lalu membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini, Suyitno belum memastikan siapa dan kenapa kerangka itu berada di lembah. “Kami belum bisa memastikan. Entah korban sebelumnya ke sana untuk bertapa, lelono, kemudian jatuh. Atau ada indikasi lain. Namun, melihat kondisi kerangkanya, diperkirakan sudah sekitar setahun lamanya,” ujarnya.

Menurut dia, polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan serta tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) yang dilakukan terhadap kerangka tersebut. Selain untuk mengetahui identitas korban, hal itu juga diharapkan dapat menemukan titik terang terkait dengan dugaan kematian korban.

“Bila korban sudah memiliki e-KTP, tentu bisa diketahui identitasnya melalui tes DNA. Termasuk pemeriksaan terhadap tulang-tulang itu, apakah ada indikasi-indikasi kejanggalan,” bebernya.

Suyitno memastikan, pihaknya telah menginformasikan temuan itu ke masyarakat luas. “Namun, sampai saat ini belum ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya. Kami masih terus mendalami kasus ini dengan di-backup oleh tim dari Polres,” jelasnya. (tom/rf/mie)