Kagumi Kegigihan Melisa, Wabup Anggap Sekolah Inklusif Berhasil

SUMBER – Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko pun tersentuh dengan kegigihan Melisa Diana Putri, 8, dalam menuntut ilmu. Meskipun seorang disabilitas, Melisa tidak canggung dan minder bersekolah. Timbul pun mengunjungi Melisa, Jumat (9/11).

Timbul mengunjungi Melisa di sekolahnya, SDN Tukul II, Desa Tukul, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Dalam kunjungan itu, Timbul ditemani Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina dan Kepala Dinas Sosial Retno Ngastiti.

Selain mengapresiasi Melisa, Timbul juga memberikan santunan padanya. Dia bahkan langsung berinteraksi dengan Melisa saat tiba di SDN Tukul II. Saat itu, Melisa dan teman temannya sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Tak hanya berkunjung ke sekolah Melisa. Timbul dan rombongan juga berkunjung ke rumah Melisa yang jaraknya 100 meter dari sekolahnya. Di rumah Melisa, Timbul ditemui orang tua Melisa, yakni pasutri Suyitno dan Winarse.

Timbul mengatakan, tujuan utama kunjungan itu sebenarnya untuk melihat program sekolah Inklusif. Menurutnya, program tersebut berjalan baik.

“Alhamdulillah, bagian dari program Pemerintah Daerah Probolinggo yaitu sekolah inklusif, berjalan dengan lancar. Itu, terlihat dari suasana belajar mengajar di sekolah (SDN Tukul II),” kata Timbul.

Dengan kondisi itu, program itu akan dilakukan terus ke depan. “Tentunya ke depan harus tetap berjalan. Sehingga, anak-anak difabel seperti Melisa ini tetap terpenuhi haknya belajar. Apalagi keluarganya tergolong keluarga prasejahtera. Saya salud dengan tekad orang tuanya yang menyekolahkan anaknya,” tandasnya.

Sementara, Kadispendik Dewi Korina mengatakan, Program Pendidikan Inklusif adalah salah satu prioritas dalam program Nawa Hati Bupati. Untuk sementara di Kabupaten Probolinggo terdapat satu sekolah inklusi di masing-masing kecamatan.

“Sudah ditetapkan harus ada penambahan seratus sekolah inklusi setiap tahunnya. Itu, adalah target bupati ke depan. Jadi, diharapkan lima tahun ke depan sudah ada lima ratus sekolah inklusi yang melayani siswa berkebutuhan khusus,” tuturnya. (sid/hn)