Lapas Pasuruan Overload, Kapasitas 287 Dihuni 616 Orang

PASURUAN – Jumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pasuruan, terus bertambah. Akibatnya, jumlah warga binaan yang menghuni Lapas ini overload. Bahkan, dibanding kapasitas hunian sampai melebihi 100 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, jumlah warga binaan di Lapas Klas IIB Pasuruan terus berubah. Sejak awal 2018, jumlah penghuni Lapas ini hanya 597 orang. Empat bulan kemudian tercatat ada 665 orang. Sampai berita ini ditulis, jumlah warga binaan berjumlah 616 orang.

Kondisi ini wajar terjadi. Mengingat ada sejumlah narapidana yang telah memasuki masa bebas ataupun dipindah ke Lapas lain. “Jumlah narapidana sebanyak 567 orang, sedangkan sisanya sebanyak 49 orang tahanan titipan,” ujar Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Masyarakat Lapas Klas IIB Pasuruan, Marwan Andrianto.

Meski jumlahnya menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, kondisi ini masih terbilang overload. Sebab, kapasitas hunian Lapas IIB Pasuruan, hanya untuk menampung 287 orang.

Marwan mengatkan, ratusan warga binaan itu tak hanya berasal dari Kota Pasuruan. Namun, juga dari berbagai kota yang dipindahkan dari Lapas lain. “Warga binaan yang berasal dari dalam kota tidak banyak. Justru 60 persen di antaranya dari luar kota. Terakhir, pindahan dari Lapas Medaeng,” ujarnya.

Ratusan warga binaan itu juga terdiri dari beragam latar beragam perkara. “Kebanyakan kasus penyalahgunaan narkoba. Jumlahnya mencapai 330 orang,” ujar Marwan. (tom/rud)