40 Peserta Tes CPNS Kota Probolinggo Absen-Telat, Temukan Jimat

JEMBER – Minggu (11/11) peserta tes CPNS Pemkot Probolinggo yang telah lolos dalam verifikasi, mengikuti tes di balai Serbaguna Jember.

Dari 792 peserta yang lolos, ada sekitar 40 orang yang tidak ikut tes serta terlambat datang ke lokasi tes. Hal ini diungkapkan oleh Rachmadeta Antariksa, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo.

“Diantara 40 orang ini ada yang memang tidak hadir, ada juga yang datang terlambat ke tempat ujian,” ujarnya.

Ke-40 orang ini secara otomatis dinyatakan gugur dalam Ujian Kompetensi dasar (UKD). “Terlambat 1 menit dari jam tes itu sudah tidak boleh masuk. Tadi ada yang dari Bondowoso dan Malang, juga telat,” ujarnya.

Sesi pertama tes dimulai pukul 08.00. Setiap sesi tes mendapatkan waktu 100 menit atau selama 1 jam 40 menit. Sebelum masuk ruang tes, peserta akan ditempatkan di ruang sterilisisasi.

Di tempat ini, peserta masih bisa datang terlambat. “Tapi, waktu tes sudah harus masuk di tempat tes. Tidak boleh terlambat,” ujarnya.

Panitia pun melakukan pemeriksaan ketat kepada peserta. Peserta dilarang untuk membawa ponsel maupun alat tulis.

“Peserta diperiksa dengan menggunakan metal detektor. Selain itu, juga diperiksa manual agar dipastikan tidak membawa benda selain KTP dan kartu tes,” jelasnya. “Diantara benda-benda hasil temuan panitia ada yang membawa jimat juga,” ujarnya.

Pelaksanaan tes CPNS Kota Probolinggo mendapat perhatian dari Wali Kota Probolinggo Rukmini. Ia datang ke lokasi ujian sebelum pelaksanaan tes dimulai untuk melihat kesiapan panitia. “Betul, wali kota datang. Ditemui oleh Sekda Jember,” ujar Deta. (put/mie)