Makam Blandongan Diambil Alih Pemkot, Diserahkan Warga untuk Dikelola Pemerintah

BUGULKIDUL – Jumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Pasuruan yang dikelola Pemkot dipastikan bakal semakin bertambah. Pasalnya, Makam Blandongan di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul resmi diambil alih pengelolaannya atas persetujuan warga.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, Wisnu Winarsa mengungkapkan selama ini Makam Blandongan dikelola secara tradisional. Sehingga, perawatannya pun kurang maksimal.

Karena itu, Pemkot pun melakukan sosialisasi untuk mengambil alih pengelolaannya dari warga. Ternyata warga langsung menyetujuinya. Saat ini, Pemkot masih sedang melakukan pemberkasan berita acara untuk pengalihannya.

“Makam Blandongan kami ambil alih pengelolaanya. Supaya makam tersebut lebih terawat dan tertata rapi. Insya Allah, mulai tahun depan sudah di tangan kami,” katanya.

Wisnu menjelaskan pengalihan Makam Blandongan ini membuat jumlah TPU yang dikelola Pemkot menjadi tujuh buah. Selain Makam Blandongan, enam TPU lainnya adalah yakni Makam Cina (Bong), Makam Kristen Temenggungan, TPU Gadingrejo, TPU Bugulkidul, TPU Purutrejo I dan TPU Purutrejo II.

Menurutnya, Pemkot terus berupaya agar makam tradisional di Kota Pasuruan bisa diambil alih pengelolaannya. Tujuannya agar, penataan dan perawatannya menjadi lebih maksimal. Diantaranya adalah makam Bakalan, makam Krapyakrejo serta makam Tambaan.

“Ketiga makam tradisional ini pun sudah kami sosialisasikan ke ahli waris dan warga setempat. Namun, khusus Makam Bakalan dan Tambaan tidak bersedia. Kami masih menunggu yang Krapyakrejo,” jelasnya. (riz/fun)