RW 2 Pohsangit Kidul Hidupkan Olahan Kuno, Jadi Kampung Oleh-oleh

Tekad warga RW 2, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, menghidupkan kembali masakan kuno berupa olahan jagung makin bulat. Itu, setelah berhasil masuk nominasi dalam Lomba Kampung Tematik Kademangan Bangkit Award 2018.

——————–

Sejauh ini hanya sebagian warga RW 2, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, yang mengolah jagung menjadi produk lebih bernilai. Namun, kini mereka bertekad pengolah hasil pertanian ini menjadi lebih banyak. Harapannya, kampungnya menjadi kampung kuliner.

Koordinator Pengusaha Tepak Imam Mutaqin, 33, mengatakan, sebenarnya makanan dari olahan jagung itu sudah ada sejak lama. Serta, merupakan kuliner khas dan turun temurun dari leluhurnya. Sehingga, ketika ada Lomba Kampung Tematik, warga sepakat untuk mengangkat tepak kuliner utama.

“Nama kampung yang kami angkat itu Ojagly, singkatan dari Kampung Olahan Jagung, Kedelai, dan Voli. Ini, menjadi perdebatan dan saat presentasi, ternyata yang disetujui hanya olahan jagung. Tapi, namanya tetap Ojagly,” ujarnya.

Dengan masukannya Kampung Ojagly sebagai nominasi, menurut Imam, warganya makin bertekad untuk memperbesar usahanya. Sejauh ini warga yang mengolah jagung menjadi bronis hanya sekitar 15 orang. Ke depan, pihaknya akan membuat semua warga mengolah jagung. “Masih 15 orang yang tersebar di tiga RT di RW 2 ini. Target kami akan membuat RW 2 ini menjadi pusat oleh-oleh Ojagly,” ujarnya.

Imam mengatakan, olahan tepak bu’uk ini bisa diolah menjadi dua macam, kering dan basah. Jika kering, kuliner itu bisa bertahan lama. Sedangkan olahan makanan basah hanya bertahan dua hari. “Yang kering ini sudah dikirim ke luar kota. Tapi, masih seputaran Jawa Timur. Untuk yang basah hanya sebatas di Kota dan Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Demi membuat semua warga berminat dalam membentuk RW 2 menjadi kampung kuliner, pihaknya akan membuat gebrakan. Salah satunya mengajak para perempuan dan anak-anak muda sekitar. Karena saat ini olahan jagung ini hanya dibuat para orang tua.

“Ke depan semua elemen akan kami rangkul. Sehingga, bisa membuat olahan ini semakin besar. Kami akan mencari dana bersama. Jika tidak ada dana sulit untuk memancing warga tertarik,” ujarnya.

Olahan jagung ini dibuat sari jagung yang dijadikan tepung. Imam mengaku, pihaknya juga akan memperluas pemasaran. “Semoga bisa lebih terkenal dan warga semakin banyak yang tertarik untuk membuatnya,” harapnya. (sid/rud)