Tuntut Pembebasan Pengusaha Tambang, Massa Lurug Mapolres Pasuruan

BANGIL – Puluhan warga Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mendatangi Mapolres Pasuruan, Selasa (13/11). Kedatangan mereka sebagai bentuk solidaritas atas penanganan kasus yang menjerat SM, 55, salah satu pengusaha tambang di wilayah setempat.

Mereka mendesak pihak kepolisian untuk tidak lagi melanjutkan perkara yang melilit SM. Sebab, mereka menganggap SM merupakan orang baik dan tidak bersalah. Sutrisno, salah satu warga mengatakan, aksi itu dilakukan secara spontanitas. Hal ini sebagai bentuk luapan protes kepada pihak penegak hukum atas penanganan perkara yang melilit SM.

Ia dan warga yang lainnya meminta agar kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap SM. Bahkan, perkara yang melilitnya tidak seharusnya dilanjutkan. “Tidak ada yang mengoordinasi. Kami datang sebagai bentuk solidaritas,” kata Sutrisno saat ditemui di depan Mapolres Pasuruan.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00. Para pendemo menggelar aksinya di luar pagar Mapolres Pasuruan. Mereka bergerombol sembari membentangkan poster-poster bernadakan protes.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, aksi tersebut berlangsung singkat. Bahkan, tidak ada orasi yang dilakukan. Tak sampai 15 menit, mereka kemudian memilih untuk membubarkan diri. “Sudah selesai-sudah selesai. Ayo bubar,” koar salah satu warga mengajak warga lainnya untuk membubarkan diri.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso menjelaskan, pihaknya memang tengah mengusut dugaan penambangan galian C ilegal di wilayah Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol. Kasus ini bermula saat petugas mendapat informasi adanya penggalian tambang yang diduga ilegal di wilayah setempat, Jumat, 14 September 2018.

Petugas yang memperoleh informasi tersebut, bergerak ke lokasi. Sampai akhirnya, petugas tak mendapati adanya kegiatan penambangan tersebut memiliki izin.

“Saat kami mendatangi ke lokasi, ada temuan aktivitas penambangan yang diduga tak memiliki izin. Kami pun melakukan penghentian dan mengamankan beberapa orang saksi dan barang bukti ke Mapolres Pasuruan,” jelasnya.

Pemeriksaan demi pemeriksaan pun dilakukan. Hingga akhirnya, petugas menaikkan statusnya ke penyidikan. Bahkan, sudah ada tersangka dalam perkara ini. Yakni, SM, yang diduga menjadi pelaku usaha penambangan tersebut. (one/rf/mie)