Remaja di Wonoasih “Digilir” Lima Pelaku hingga Hamil

PAJARAKAN-Melati (nama samaran), 15 asal Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis (15/11) mendatangi Mapolres Probolinggo. Dengan didampingi keluarganya, ia diperiksa terkait kasus pemerkosaan yang menimpanya.

Saat ini, Melati dalam kondisi hamil 6 bulan. Remaja yang masih kelas III SMP ini mengaku, kehamilannya itu akibat ulah lima pelaku (bukan 4 seperti yang tertulis sebelumnya) asal Leces, Kabupaten Probolinggo.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Melati mendatangi Mapolres Probolinggo dengan mengenakan kerudung warna merah dan baju gamis warna putih motif kembang-kembang.

Melati pun langsung diperiksa penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Probolinggo. Sejumlah keluarganya nampak menunggu di luar.

Informasi yang dihimpun, aksi asusila yang dialami Melati itu terjadi sekitar awal Mei 2018 lalu. Saat itu, korban yang pulang sekolah naik sepeda onthel dihadang dua pelaku yang kenal dengan korban di sekitar jembatan Kedungasem. Yakni Imr dan Sl, 22 yang mengendarai motor Yamaha Jupiter warna hijau.

Kemudian korban ditarik dan dipaksa naik boncengan motor bertiga. “Korban oleh tiga pelaku dibawa ke sebuah rumah kosong di wilayah Kecamatan Leces,” ujar salah satu kerabat korban.

Nah, di rumah kosong itu, ada Asm, 20; FA, 20 dan Bh, 19. Di rumah kosong itulah, korban digilir dikerjai pelaku. Setelah itu, korban kembali dibawa ke jembatan di lokasi tempat sepeda onthel korban ditinggalkan di sekitar jembatan.

“Pengakuan korban, selama ini korban tak berani langsung menceritakan insiden itu ke keluarganya karena takut,” ujar salah satu penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo.

Pihak keluarga korban sendiri baru mengetahui korban hamil sekitar seminggu lalu, usai melihat perut korban terus membesar. Usai didesak keluarga, korban pun akhirnya mengaku.

Dari pengakuan itu, pihak keluarga yang tak terima lantas melaporkan kejadian itu ke Mapolres Probolinggo, Kamis.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengaku, telah menerima laporan korban. Menurutnya, kasus itu masih dalam penyelidikan. “Masih kami dalami,” ujar perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (mas/mie)