Motor Wasit Porkab Dijabel, Pesilat Lurug FIF Kraksaan

KRAKSAAN – Puluhan pesilat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Porbolinggo melurug Kantor Federal International Finance (FIF) di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (16/11). Mereka tidak terima karena motor salah seorang rekannya diambil paksa oleh debt collector FIF.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, korban penjabalan itu adalah Dian Meirina, 33, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sekitar pukul 13.00, Dian hendak menjadi wasit juri dalam Porkab (Pekan Olahraga Kabupaten) Probolinggo di GOR Sasana Krida Kraksaan.

Namun, sesampai di Jalur Pantura, Desa Kebonagung atau sebelah barat kantor FIF Kraksaan, Dian dihadang tiga debt collector. Tiga pria yang mengendarai dua motor ini memaksa Dian berhenti.

Dian diminta turun dan menyerahkan STNK motor Honda Beat-nya. Alasannya, cicilan sepeda motor korban nunggak dua bulan. “Padahal, motor saya ini sudah lunas. Tinggal pengurusan BPKB-nya saja,” ujar Dian.

Dian mengaku, motornya dikredit selama 3 tahun di Kantor FIF Unit Malang. Dan, saat ini cicilannya sudah lunas. Namun, dirinya masih dipaksa ikut Kantor FIF Kraksaan. Karenanya, ia menghubungi debt collector di Malang dan meminta pertanggungjawabannya.

Menurutnya, pihak FIF Unit Malang juga sudah berbicang dengan tiga pelaku yang menghadangnya. Namun, mereka tetap membawa motornya dan meminta diselesaikan di kantor FIF.

“Saya naik motor agak kencang karena kondisi jalan sepi. Tiba-tiba dihadang, bikin saya shock. Waktu di Kantor FIF, saya lihat debt collector ada yang pergi dan motor saya masukkan ke kantor FIF. Akhirnya, saya menghubungi pimpinan FIF di Malang. Baru kemudian motor saya dikeluarkan,” jelasnya.

Setelah sekitar sejam di kantor FIF dan mendapatkan kembali motornya, Dian melanjutkan perjalannya ke GOR Sasana Krida. Di sana banyak temannya yang bertanya kenapa terlambat dan terlihat shock.

Usai teman-teman Dian di IPSI mengetahui kejadian itu dan kompak mendatangi Kantor FIF Kraksaan sekitar pukul 16.00. “Ini bentuk kekompokan IPSI karena ada tindakan kriminal perampasan sepeda motor oleh debt collector pada wasit pencak silat. Kami melurug supaya kejadian serupa tidak terjadi kepada orang lain,” ujar Ketua IPSI Kabupaten Probolinggo Anshori.

Ketika puluhan pesilat ini mendatangi kantor FIF Kraksaan, di sana sudah ada sejumlah anggota polisi. Mereka sudah standby di depan Kantor FIF.

Anshori mengatakan, pihaknya tidak terima terhadap perbuatan semena-mena debt collector. Apalagi, sepeda motor yang dimiliki Dian sudah lunas.

“Aksi perampasan motor seperti itu tidak patut dilakukan. Alangkah lebih baiknya diselesaikan di rumah dengan baik-baik, bukan menghadang di jalan. Kalau seperti ini, sudah jelas kami tidak terima,” ujar Ansori didampingi puluhan anggotanya di Kantor FIF. Karenanya, kasus ini tetap dilaporkan ke Mapolres Probolinggo.

Sedangkan, Perwakilan FIF Kraksaan Eko Satrio mengatakan, persoalan ini hanya salah paham. Menurutnya, cicilan sepeda motor Dian memang ada tunggakan.

Namun, di Unit Malang dan otomatis datanya juga masuk ke unitnya. “Karena dari pihak Malang sudah menghubungi kami untuk diselesaikan oleh unit Malang, akhirnya motor sudah dikembalikan kepada pemiliknya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, siapa saja berhak membuat laporan. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan menyelidikinya. Bila memenuhi unsur pidana, akan diproses lebih lanjut. “Nanti kami selidiki dulu seperti apa kasusnya,” ujarnya. (mas/rud)