Polisi Masih Buru Satu Spesialis Pencurian Rumsong

PURWOREJO – Polisi terus mendalami pencurian rumah kosong (rumsong) di Jalan Darmoyudo, Kota Pasuruan. Sejauh ini, tim unit Reskrim Polsek Purworejo menduga, para pelaku adalah komplotan spesialis pembobol rumah kosong.

Sebab, selain berhasil menguras seisi rumah korbannya, komplotan tersebut juga pernah beraksi di TKP lain. Yakni, di sebuah rumah di Jalan Kaliurang, Kelurahan Purutrejo, Kota Pasuruan.

Pelaku berjumlah tiga orang. Yakni, tersangka Husni dan Alamsyah yang kini tengah diproses Satreskrim Polres Pasuruan Kota atas aksinya di Jalan Darmoyudo. Sedangkan seorang pelaku lain masih buron.

“Modusnya sama dengan TKP yang ditangani Polres. Para pelaku berkeliling di wilayah kota untuk mencari sasaran rumah kosong,” ujar Kanit Reskrim Polsek Purworejo Iptu Wilang Langsung.

Mereka menyasar sebuah rumah di Jalan Kaliurang, 31 Oktober lalu. Aksi tersebur juga dilakukan di siang hari. Para pelaku menumpangi mobil rental Honda Brio. Setibanya di kawasan GOR Untung Suropati, mereka masuk ke Jalan Kaliurang.

Di kawasan permukiman itu, mereka mengawasi satu per satu rumah yang ada. “Mereka mencari rumah dengan gembok terkunci. Karena anggapan mereka ketika rumah digembok pasti ditinggalkan pemiliknya,” tambah Wilang.

Para pelaku kemudian berhenti di rumah yang letaknya paling selatan. Rumah tersebut ditinggali Ika, yang bekerja di biro travel. Salah satu pelaku turun dan berpura-pura mengetuk pintu seolah hendak bertamu.

Setelah memastikan rumah dalam keadaan kosong, mereka mulai melancarkan aksinya. Tersangka Husni menunggu di luar rumah untuk mengawasi situasi sekitar. Sedangkan tersangka Alamsyah dan seorang pelaku yang masih DPO merusak gembok pagar.

“Mereka masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu bagasi mobil dan pintu kamar menggunakan linggis,” kata dia.

Saat itu, komplotan pelaku berhasil menguras seisi rumah korban. Sejumlah perhiasan, dua buah koper berisi perlengkapan haji, 10 buah jam tangan, serta dua buah ponsel dibawa kabur. Tak hanya itu, sebuah sepeda angin pun tak luput digarong dengan diangkut di atas mobil.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 28 juta. “Untuk dua tersangka, kami juga memprosesnya tersendiri. Sedangkan seorang pelaku masih dalam kejaran,” kata Wilang. (tom/hn)