Diduga Tanda Tangan Dipalsu, Dosen di Probolinggo Ini Polisikan Istri

MAYANGAN – Perseteruan antara Putut Gunawarman, 49 dengan istrinya, Baby Viruja Indiyanti, 41, makin meruncing. Setelah rumah tangganya diujung tanduk, seorang dosen yang juga advokat itu mempolisikan Baby dengan tuduhan kasus pemalsuan dokumen.

Warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu mempolisikan Baby ke Mapolres Probolinggo Kota pada 25 Oktober 2018. Kini, laporannya masih didalami pihak kepolisian.

Putut mengatakan, mulanya pihaknya membersihkan berkas di lemarinya, Minggu (15/7), sekitar pukul 15.00. Saat itu, pihaknya menemukan berkas atau dokumen pengakuan utang di lemari bajunya. Dalam dokumen itu tertera tanda tangannya.

Padahal, Putut tak pernah menandatangani dokumen itu. Setelah diteliti, tanda tangan itu bukan tanda tangannya. Dalam dokumen itu tercantum adanya pengakuan utang kepada sebuah asuransi sebesar Rp 8,8 juta dengan jaminan polis asuransi jiwa.

“Setelah saya cek ke (pihak asuransi) ternyata yang mengurus Baby. Karena saat itu harus ada tanda tangan saya, maka berkas itu dibawa pulang dengan alasan saya sibuk. Keesokannya dikembalikan dan sudah bertanda tangan saya,” ujar Putut.

Dari dokumen itu diketahui pengakuan utang itu dilakukan pada 2016. Artinya, sudah dua tahun berjalan dan belum dibayar sama sekali. “Artinya, bunga dan yang lainnya, saya yang menanggung. Namun, sampai sekarang juga masih belum saya bayar,” ujarnya.

Putut mengungkapkan, laporan ini sebagai bentuk pelajaran untuk Baby. Sebab, Baby juga seorang advokat. “Dia juga seorang advokat, kalau sudah jadi kebiasaan memalsukan tanda tangan, nanti bagaimana dalam menyikapi suatu perkara atau kasus,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo juga berusaha mendapatkan keterangan dari Baby. Namun, ketika didatangi ke rumahnya di Jalan K.H. Mansyur, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, yang bersangkutan tidak ada. Bahkan, rumahnya sepi dan tidak seorang pun yang menemui Jawa Pos Radar Bromo.

Sedangkan, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto membenarkan adanya laporan Putut. Laporan itu sudah terregister dengan nomor TBL/447/X/RES 1.9/2018/Katim/Res Prob Kota. Namun, kasus ini masih dalam penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan,” ujarnya. (rpd/rud)