Ayam Naik karena Momen Maulid, Tapi Naiknya Berkisar Segini

PROBOLINGGO – Momen Maulid Nabi membuat sejumlah pedagang daging ayam di Kota Probolinggo memilih menaikkan harga. Kenaikannya masih dalam taraf wajar karena tak lebih dari Rp 5 ribu.

Kenaikan itu diketahui saat Satgas Pangan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Probolinggo menggelar sidak di beberapa pasar tradisional. Hasilnya, harga ayam naik di kisaran harga Rp 2 ribu- 4 ribu.

“Dari pantauan saat sidak, Satgas Pangan memang ada kenaikan harga untuk daging ayam. Tapi, relatif kecil kisaran Rp 2.000-Rp 4.000 per kilogram,” ujar Subagyo, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo.

Subagyo memperkirakan, kenaikan harga ini karena ada peningkatan permintaan konsumen karena adanya Maulid Nabi. “Harga yang biasanya kisaran Rp 33 ribu per kilogram, naik jadi Rp 35 ribu per kilogram,” ujarnya.

Berdasarkan data harga yang dirilis Bidang Perdagangan, harga daging ayam di 3 pasar yang ada di Kota Probolinggo per 20 November memiliki harga berbeda. Harga daging ayam di Pasar Baru mencapai Rp 35 ribu per kilogram, di Pasar Wonoasih mencapai Rp 37 ribu per kilogram, dan di Pasar Kronong tercatat mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Sementara itu, AKBP Alfian Nurrizal, kapolres Probolinggo Kota menemukan fakta bahwa kenaikan harga daging ayam dilakukan oleh pedagang dalam sidak yang dilakukan Senin (19/11) lalu. “Kenaikan harga daging ayam ini kisaran Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kilogram. Kalau telur ayam relatif stabil,” jelasnya.

Saat disinggung penyebab kenaikan harga daging Ayam, Alfian memastikan bukan karena permintaan. Namun, lantaran pedagang sendiri yang menaikkan harga.

“Para pedagang saja yang berinisiatif untuk menaikkan harga. Makanya, saya ke pasar untuk mengimbau agar harga tetap stabil. Jadi, jangan mengejar kualitas, tapi kuantitas dan barokah,” ujarnya. (put/fun)