Guru di Sekolah Ini Beri Sanksi Aneh, Kenakan Denda Uang untuk Beli AC atau Beli Es Krim

PURWOREJO – Sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk mata pelajaran (mapel) Biologi dan Fisika di SMAN 2 Kota Pasuruan dikeluhkan. Siswa setempat menyebut, ada guru di bidang mata pelajaran tersebut, memberikan sanksi denda yang cukup aneh.

Tak hanya sanksi yang dinilai cukup memberatkan. Siswa menilai, guru yang bersangkutan tidak pernah menerangkan materi dengan baik, sehingga nilai mereka pun jeblok.

Salah seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan peristiwa ini sudah lama terjadi. Oknum guru ini adalah Ht yang mengajar mapel Fisika di kelas XI dan kelas XII serta El yang mengajar Biologi di kelas XII.

Ia menyebut kedua oknum guru ini jarang masuk kelas untuk menerangkan materi. Siswa langsung diberikan tugas. Karena tidak paham dengan materinya, maka tidak jarang siswa tidak mengerjakan tugas tersebut.

“Tugas yang diberikan pun banyak dan saya sering tidak mengerjakan karena memang tidak bisa. Utamanya bukan karena sukar, tapi memang tidak pernah diterangkan,” katanya.

Siswa lainnya yang juga mewanti-wanti namanya tidak ditulis menyebut kondisi ini berlanjut saat diadakan ulangan harian. Mayoritas siswa mendapatkan nilai yang jelek sehingga harus mengikuti remidi atau mengulang.

Nah, biasanya saat hendak remidi ini, siswa diberi pilihan oleh guru tersebut. Yakni mengikuti ulangan atau melakukan urunan untuk membeli sesuatu. Kebanyakan siswa langsung memilih opsi yang kedua sebab mereka tidak paham dengan materi.

Ia lantas menceritakan beberapa waktu lalu, siswa sempat terpaksa melakukan urunan membeli air conditioner (AC) sebagai pengganti remidi ulangan. Kondisi ini dilakukan karena mereka tidak paham dengan pertanyaan yang dikerjakan.

“Tidak cuma itu saja. Saat ujian praktik pun siswa terpaksa urunan untuk membeli keramik untuk dipasang di ruangan laboratorium,” ungkapnya.

Kondisi ini dibenarkan oleh salah satu alumni SMAN 2 Kota Pasuruan, YH yang baru lulus pada pertengahan 2018 lalu. Ia mengaku heran dengan sistem KBM yang dilakukan oleh Ht dan El. Menurutnya, penarikan ini termasuk kategori pungutan liar (pungli).

“Permintaannya pun aneh dan cenderung mahal. Pernah ada siswa diminta untuk membeli coklat dan es krim. Mau lapor, tidak ada yang berani,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Pasuruan, Gatot menjelaskan pihaknya rutin untuk terus melakukan pembinaan terkait pembelajaran guru di dalam kelas pada saat briefing di pagi hari. Dan pembinaan ini akan rutin dilakukan oleh pihak sekolah. Dia pun langsung menindaklanjuti atas laporan tersebut.

“Tentunya, kami akan menindaklanjutinya. Siswa berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan baik selama di sekolah,” pungkasnya.

Gatot menyebut, pihak sekolah sudah memanggil kedua guru yang bersangkutan. Bahkan dua guru yang bersangkutan sudah diberi pembinaan, peringatan dan teguran langsung

“Saya tekankan agar tidak memberikan sanksi yang sifatnya pemberian sesuatu barang atau uang, baik untuk kepentingan pribadi maupun lembaga,” beber Gatot.Keluhan ini, kata Gatot, juga sudah ditindaklanjuti bersama jajaran sekolah, saat rapat dinas yang diikuti semua guru.

“Saya berharap tidak terulang lagi. Karena kalau tidak, berakibat adanya sanksi yang lebih berat. Kami juga sudah koordinasikan dengan Kepala Cabang Dinas,” beber Gatot. (riz/fun)