Target Pajak Air Bawah Tanah Dinaikkan Rp 8,5 Miliar

PASURUAN– Meski sudah terlampaui di triwulan ketiga lalu, Pemkab Pasuruan tetap menggenjot pendapatan dari penerimaan Pajak Air Bawah Tanah (ABT). Bahkan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan menaikkan target pajak ABT. Dari yang semula di awal tahun ditargetkan sebesar Rp 18 Miliar, naik menjadi Rp 26,5 Miliar sampai tutup tahun ini.

Ini atinya, pemkab menaikkan Rp 8,5 Miliar, usai pajak memenuhi target. Dengan angka yang besar itu, pemkab tetap optimistis, nilai akhir sebesar Rp 26,5 miliar, bisa dicapai.

Mokhammad Syafi’i, Kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan Pendapatan BKD Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa penerimaan Pajak ABT merupakan penerimaan yang cukup bagus di tahun 2018 ini. Bahkan kendati belum tutup tahun, target penerimaan sudah terlampaui sejak triwulan ketiga lalu.

“Dari catatan kami, untuk penerimaan pajak ABT di triwulan ketiga sudah tinggi. Dari target sebesar Rp 18 Miliar sudah tercapai Rp 20,921 Miliar atau 116,23 persennya,” jelasnya.

Karena itu dalam Perubahan APBD lalu, BKD menaikkan target penerimaan pajak ABT. Ini lantaran dinilai dalam 3 bulan terakhir sampai akhir tahun nanti, penerimaan bisa terus naik dan bertambah. Sehingga dari target awal sebesar Rp 18 Miliar dinaikkan menjadi Rp 26,5 Miliar.

Pajak ABT, lanjut Mokhammad Syafi’i, diberikan kepada penggunaan air bawah tanah yang banyak dipakai oleh pabrik ataupun perusahaan. Untuk penggunaannya yaitu air tanah yang dibor lebih dari 100 meter. Biasanya air tanah yang dibor ini diperuntukkan untuk kebutuhan proses produksi.

Tingginya penerimaan tahun ini dikatakan lantaran kebutuhan produksi pabrik atau perusahaan untuk penggunaan air bawah tanah cukup tinggi. Termasuk banyaknya perusahaan air minum dalam kemasan dan produksi lainnya yang membutuhan air.

Dengan kenaikan target sebesar Rp 8,5 Miliar sampai akhir Desember ini. BKD Kabupaten Pasuruan optimis bahwa target bisa tercampai. Ini lantaran kebutuhan air bawah tanah sangat banyak diperlukan perusahaan untuk kebutuhan produksi. (eka/fun)