Baru Seribu Tukang Becak di Probolinggo yang Surat-Suratnya Lengkap

MAYANGAN – Untuk memudahkan identifikasi tukang becak, Dinas Perhubungan Kota Probolinggo memberikan Surat Tanda Nomor Becak (STNB) dan Tanda Nomor Becak (TNB) sejak 2017. Namun, baru seribu tukang becak yang memiliki STNB dan TNB.

Purwantoro, kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Dinas Perhubungan Kota Probolinggo mengatakan, tujuan pemberian STNB dan TNB ini untuk memudahkan identifikasi tukang becak. “Jika misalnya terjadi kecelakaan yang melibatkan becak, bisa segera tahu identitasnya,” ujarnya.

Namun, STNB dan TNB ini hanya berlaku untuk tukang becak biasa, bukan becak motor. Selain itu, tukang becak tersebut harus warga Kota Probolinggo.

“Namun, belum semua tukang becak Kota Probolinggo punya STNB dan TNB. Baru sekitar seribu yang sudah punya,” ujarnya setelah menyerahkan 200 STNB dan TNB kepada 200 tukang becak, Kamis (23/11) di halaman Museum Kota Probolinggo.

Pada 2017, Dishub telah menyerahkan 800 STNB dan TNB. Sedangkan untuk 2018 ada 200 STNB dan TNB yang dibagikan.

“Dishub memperkirakan di Kota Probolinggo ada 4.000 becak. Namun, yang ter-update sekitar dua ribuan,” ujarnya.

STNB dan TNB ini berlaku 5 tahun. Namun, berbeda dengan STNK yang dikenai Pajak Motor, untuk STNB tidak dikenakan pajak.

“Seperti sudah diketahui, pengemudi becak ini dari kalangan bawah. Pasti memberatkan jika ada bea atau pajak,” tuturnya. (put/hn)