Dispendik Hanya Usulkan Rp 100 Juta untuk Pendidikan Inklusif

KRAKSAAN – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo berencana mengalokasikan anggaran Rp 100 juta khusus menambah peralatan untuk pendidikan inklusif. Anggaran yang bertujuan menunjang pendidikan terhadap pelajar berkebutuhan khusus itu, akan diajukan dalam APBD 2019.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, anggaran itu akan digunakan untuk memberikan fasilitas bagi pelajar berkebutuhan kusus. Tujuannya, agar mereka tetap bersemangat untuk menuntut ilmu sebagai bekal masa depannya.

“Ini sebagai salah satu penunjang terhadap pendidikan inklusif yang telah berjalan di Kabupaten Probolinggo. Sehingga, para anak berkebutuhan khusus itu tetap semangat mencari ilmu,” ujarnya.

Dewi mengatakan, fasilitas penunjang itu berupa peralatan yang bisa mempermudah para siswa untuk berinteraksi saat di sekolah. Sehingga, anak berkebutuhan khusus akan menjadi lebih bisa menerima pelajaran dengan baik. “Seperti anak tuna rungu, di sekolah akan disediakan alat bantu dengar. Dengan begitu mereka bisa menyerap pelajaran dengan baik. Itu hanya contoh. Untuk alat-alat yang lain juga akan disediakan sesuai kebutuhan pelajar berkebutuhan khusus itu,” jelasnya.

Tahun ini, kata Dewi, pihaknya memberikan secara langsung kepada para pelajar yang membutuhkan. Untuk pengadaan tahun ini sudah diserahkan semua sesuai kebutuhan siswa. Seperti, kursi roda dan peralatan lainnya.

Dewi mengaku, dengan adanya anggaran untuk membantu pendidikan inklusif ini diharapkan bisa berdampak besar terhadap pendidikan pelajar berkebutuhan khusus. Sehingga, mereka bisa sama mendapatkan ilmu, seperti pelajar lainnya. “Semoga dana ini bisa berdampak terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Juga paling tidak program ini membantu siswa berkebutuhan khusus,” ujarnya. (sid/rud)