Tabrak Pelajar, Pendamping PKH asal Krucil Tewas Terlindas Truk

DRINGU-Rencana Rudi Hartono, 31, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk rapat ke Dinas Sosial, Rabu pagi (28/11) berujung tragedi. Itu setelah warga Desa Tambelang RT 7/ RW 2, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo itu mengalami kecelakaan di jalan raya Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Motor Honda GL Max 125 N-2289-P yang dikemudikannya menabrak seorang pelajar yang tengah menyeberang. Ia dan pelajar yang diketahui bernama Khairul Hakim, 14, asal Randu Putih pun sama-sama terlempar di kolong truk tronton B-9938-PEH.

Rudi lantas meninggal di lokasi kejadian. Sementara Hakim mengalami patah tulang usai keduanya sama-sama terlindas roda truk yang melintas.

Informasi yang dihimpun radar bromo.co.id, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.30. Saat itu, beberapa siswa MTs Darun Najah tengah menyeberang jalan.

Sejumlah saksi menyebut, saat itu, sejumlah siswa menyeberang sambil guyon. Saat Khairul Hakim, 14, siswa asal Randu Putih hendak menyeberang, ada motor GL Max yang ditumpangi Rudi Hartono, 31, warga Desa Tambelang RT 07/RW 02, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo melaju.

Tak ayal, Hakim yang belum sampai di seberang jalan dari selatan ke utara, terhantam oleh motor Rudi. Baik Rudi dan Hakim pun lantas sama-sama terseret sekitar 5 meter ke arah barat.

“Jadi anak-anak sekolah itu memang menyeberang sambil guyon. Beberapa kali mereka mondar mandir di jalan. Yang apes, yang terakhir itu kena tabrak,” tutur Zakarianto, 23, salah seorang saksi mata yang kebetulan berada di lokasi kejadian.

OLAH TKP: Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian. (Rosyidi/ Radar Bromo)

Kedua korban pun terlempar hingga ke kolong truk tronton bermuatan semen yang dikemudikan oleh Rian Arisandi, 28, warga Desa Selogodik Kulon, Kecamatan Pajarakan. Saat itulah, dari pandangan Rianto korban terlindas.

“Untuk pengendara motornya itu terlindas ban depan kanan dibagian dada ke bawah. Sedangkan untuk yang pelajar itu terlindas ban belakang kanan dibagian kakinya,” terangnya.

Kanit Laka Polres Probolinggo, Ipda Nyoman Harayasa mempunyai versi berbeda soal kronologi kecelakaan maut itu. Menurutnya, kecelakaan itu bermula dari adanya mobil tidak dikenal yang ada di depan kendaraan yang ditumpangi Rudi.

Nah, saat ada anak yang hendak menyeberang, di lokasi kejadian ada warning Lamp. Sehingga, mobil itu mengurangi kecepatannya dan menghentikan laju kendaraannya.

Namun, dari arah belakang tiba tiba Rudi melaju dan hendak mendahului kendaraan yang tidak dikenal. Selanjutnya, motor yang dikemudikan Rudi pun menabrak Hakim. Sehingga kemudian keduanya terseret sejauh lima meter dan berakhir di kolong truk.

“Untuk keterangan lebih lanjut, kami masih melakukan penyelidikan. Sementara informasi yang kami dapat dari lapangan seperti itu,” tuturnya. (sid/mie)