Selain Madrasah, Pendirian TPQ di Kabupaten Pasuruan Ikut Diperketat

PASURUAN – Tak hanya Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Pasuruan yang legalitas pendaftarannya diperketat. Mulai tahun depan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan juga akan memperketat syarat legalitas pendirian Taman Pendidikan Quran (TPQ).

Selain sudah memiliki gedung sendiri, jarak antar-TPQ dan jumlah murid juga diperhitungkan dalam mendaftarkan legalitas TPQ.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Pasuruan Achmad Sarjono mengatakan, jumlah TPQ di Kabupaten Pasuruan sudah cukup tinggi. Bahkan, per desa rata-rata ada 3 TPQ sampai 5 TPQ. “Sampai saat ini jumlah TPQ sudah mencapai 1.396 lembaga. Dengan jumlah desa yang 365 desa, maka setiap desa bisa ada 3-5 TPQ,” ujarnya.

Dengan jumlah itu, Sarjono mengatakan, sudah cukup ideal. Karena santri TPQ yang rata-rata berusia 4-12 tahun, penting juga jarak TPQ dekat dengan rumah mereka. Namun, ke depan tetap diperhatikan agar jumlah TPQ tidak semakin membeludak dan di lapangan menimbulkan konflik.

Tahun ini, jumlah TPQ ada peningkatan sedikit. Tahun ini ada tambahan 12 TPQ, sehingga jumlah TPQ di Kabupaten Pasuruan mencapai 1.396 lembaga. Agar ke depan TPQ yang mendaftarkan legalitasnya benar-benar berkualitas, Kemenag akan melakukan pengetatan.

Sarjono mengatakan, selain jarak antara TPQ minimal 1 kilometer, juga ada syarat lainnya. Di antaranya, jumlah muridnya sudah di atas 60 orang, mempunyai gedung sendiri, guru minimal 4 orang, dan memiliki SK Kemenkum HAM. Dengan adanya pengetatan ini, diharapkan TPQ yang mengajukan legalitas benar-benar berkualitas. (eka/fun)