HP Dicuri Berujung Dua Pemuda Bacokan di Lekok

LEKOK-Suasana di Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Kamis (29/11) malam berubah mencekam. Itu setelah dua pemuda asal Desa Wates terlibat adu bacok.

Informasi yang dihimpun radarbromo.co.id, bacokan itu terjadi sekitar pukul 18.00. Bacokan itu bermula saat Ainul Yaqin, 22, warga Dusun Kramaian I, Desa Wates, kehilangan ponselnya tiga pekan yang lalu.

Nah, Ainul mencurigai ponselnya itu telah dicuri oleh Nurul, 23, yang juga warga setempat. Kala itu, Ainul sempat memastikan kecurigaannya dengan menyanyakan langsung kepada Nurul.

Setelah didesak, Nurul pun mengakui bahwa dirinya yang mencuri ponsel Ainul. Namun Nurul mengaku ponsel yang dicurinya itu telah dijual. Nurul lalu menyanggupi untuk mengganti ponsel Ainul dengan uang.

“Pelaku Nurul minta waktu sampai tiga pekan untuk memberikan uang ganti rugi senilai dengan harga ponsel yang dicurinya,” ungkap Kapolsek Lekok, AKP Teguh Taviarno.

Kamis (29/11) sudah genap tiga pekan sesuai yang dijanjikan oleh pelaku Nurul. Ainul pun menagih janjinya itu. Nurul lalu mengajak Ainul bertemu di lapangan di desa tetangga.

Tepatnya di Dusun Song, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok sekitar pukul 18.00. Setibanya di lapangan, kedua pemuda itu sempat berbincang. Ainul tak sabar meminta uang ganti rugi kepada Nurul.

Akan tetapi, Nurul tak langsung memenuhi janjinya. Ia justru meminta Ainul bersabar menunggu temannya yang akan membawa uang.

Hal itu rupanya hanya siasat Nurul saja. Sebab, saat Ainul duduk di tengah lapangan, Nurul punya niat lain. Kondisi lapangan yang memang gelap membuat Ainul tak banyak melihat sesuatu.

Termasuk saat pelaku Nurul tiba-tiba menyabetkan parang dari arah belakang. Sabetan itu mengakibatkan luka pada bagian belakang telinga Ainul. Karena merasa dirinya terancam, Ainul langsung berusaha menghindar. Ia lari ke arah selatan.

Tampaknya hal itu membuat pelaku Nurul kian geram. Ia juga masih mengejarnya. Hingga sampai di tepi lapangan, korban Ainul terpojok. Meski kondisi telinganya saat itu terluka, Ainul nekat melawan.

Perkelahian sempat terjadi hingga akhirnya korban berhasil merebut parang dari tangan pelaku Nurul. Ainul langsung membalas sabetan ke arah pelaku. Mengenai dahi dan jemari kedua tangannya.

Setelah membalas, Ainul lari sembari membuang parang tersebut ke semak-semak. Kemudian ia meminta pertolongan ke warga.

“Korban kemudian dibawa Puskesmas. Kemudian dirujuk ke RSUD dr R Soedarsono untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujar Teguh.

Saat ini, kasus itu masih ditangani Polsek Lekok. Sejauh ini, polisi sudah meminta keterangan dari korban yang masih dirawat di rumah sakit. Disisi lain, polisi juga melakukan penyisiran di sekitar TKP.

“Barang buktinya sudah kami amankan. Sebilah parang yang digunakan pelaku untuk membacok korbannya,” jelas Teguh.

Sementara itu, pasca kejadian itu polisi sempat kehilangan jejak pelaku.

Belakangan diketahui, pelaku Nurul juga tengah dirawat di UGD RSUD dr R Soedarsono. Jumat (30/11) siang, baik korban dan pelaku dipulangkan paksa oleh pihak keluarga.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang dirawat jalan dirumahnya. “Kami tetap memprosesnya. Ini masuk tindak pidana penganiayaan. Pasal 351 KUHP,” ungkap Teguh. (tom/mie)