Terlalu Banyak, Enceng Gondok di Kali Wrati Sulit Dibersihkan

BEJI – Upaya bersih-bersih yang dilakukan warga dan perusahaan, tak banyak membuahkan hasil. Buktinya, Sungai Wrati masih diselimuti dengan tanaman enceng gondok.

Bahkan, dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, nyaris tak terlihat enceng gondok yang bisa diangkat. Kalau pun ada, hanya sedikit. Padahal, panjang sungai setempat, mencapai 7 kilometer yang dipenuhi enceng gondok.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Vicky Ariyanto mengaku, kerja bakti yang dilakukan warga bersama perusahaan, tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Pasalnya, tanaman enceng gondok yang tumbuh di sungai, sudah terlampau banyak.

“Bahkan, sampai ada pohon kates yang hidup di tengah-tengah sungai. Pembersihan dengan cara manual sangat berat. Tidak ngatasi,” akunya.

Karena itulah, pihaknya berharap pemerintah bisa bersikap. Mengingat, musim penghujan telah tiba. Ia khawatir, keberadaan enceng gondok menghambat aliran air, sehingga membuat sungai meluber.

Dampaknya, banjir di Kedungringin, Kecamatan Beji tak bisa dihindari. “Kami berharap pemerintah turun tangan. Karena, kalau dengan cara manual, tidak ngatasi. Harus menggunakan alat berat,” bebernya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasangka mengungkapkan, pihaknya sudah mengadukan keluhan warga ke pihak BBWS Brantas. Pihak BBWS sempat akan melakukan normalisasi tersebut dalam bulan-bulan ini.

Namun hingga sekarang belum terlaksana. “Kami sudah informasikan. Memang sempat akan dikeruk November ini. Tapi belum dilakukan. Kami juga belum tahu, kenapa?,” bebernya.

Ia mengaku, tak bisa berbuat banyak. Mengingat, sungai setempat, merupakan kewenangan BBWS Brantas. “Yang bisa kami lakukan, menormalisasi anak sungai wrati,” sambungnya. (one/fun)