11 Bulan, Ada 13 Kecelakaan di Tol Gempan

PANDAAN – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) masih sering terjadi di ruas jalan tol Gempol-Pandaan (Gempan) Kabupaten Pasuruan. Sepanjang tahun ini sampai November (11 bulan), telah terjadi 13 laka lantas.

Dari belasan kasus itu, tak sampai ada korban jiwa. Namun, jumlah korban yang mengalami luka berat dan luka ringan cukup banyak. Mencapai 19 orang. Rinciannya luka ringan ada 14 orang. Sementara luka berat ada 5 orang.

Mendapat itu, PT Jasamarga Pandaan Tol selaku pengelola terus berusaha meminimalisasi terjadinya laka lantas. Salah satunya dengan menambah lampu penerangan jalan umum (PJU).

“PJU-nya akan kami tambah tujuh buah di median jalan dan dua lainnya di sisi tebing. Tepatnya di kilometer 50-52, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol selama ini rawan laka lantas,” ujar Manajer Lalin dan Aset PT Jasamarga Pandaan Tol Sumantri.

Bentuk antisipasi lainnya sudah dilakukan. Salah satunya dengan memasang warning lamp yang menyala selama 24 jam menjelang tikungan dekat tebing dari arah Malang menuju Surabaya. Termasuk, PJU di median dan sisi tebing di sepanjang kilometer 50-52.

“Sarana prasarana sudah ada, namun dari hasil survei lapangan ternyata dirasa masih kurang. Apalagi, saat ini memasuki awal musim hujan. Nantinya, PJU itu akan menyala saat hujan dan malam hari,” ujarnya.

Sumantri mengatakan, dari data yang ada, kecelakaan yang selama ini terjadi di ruas jalan bebas hambatan ini mayoritas berupa laka tunggal. Kecelakaan itu disebabkan human error seperti sopir mengantuk dan kurang hati-hati. “Ada juga faktor teknis, seperti pecah ban. Karena melaju dengan kecepatan tinggi, akhirnya kendaraan oleng dan menimbulkan korban luka-luka,” ujarnya. (zal/rud)