BBPJN Berharap Pelebaran Simpang Empat Kebonagung Bisa Tahun Depan

SEMPIT: Arus lalu lintas di simpang 4 Kebonagung Selasa pagi (4/12). Sejak Exit Tol Gempol-Pasuruan operasional, simpang 4 ini kian padat akan kendaraan. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Kepadatan yang kerap terjadi di simpang empat Kebonagung, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo mendapapatkan atensi dari Pemprov. Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII berniat untuk melebarkan jalur utama Malang-Probolinggo ini.

BBPJN VIII bahkan sudah mengajukan pelebaran tersebut ke Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPERA). Harapannya, Kementerian PUPERA setuju dan di tahun depan pelebaran bisa direalisasikan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII, Sentot Wijayanto mengungkapkan Balai Besar sempat melakukan kajian terkait keberadaan simpang empat Kebonagung ini. Hasilnya, simpang empat ini memang perlu dilebarkan.

Keinginan pelebaran ini bukannya tanpa alasan. Sebab, BBPJN menilai simpang empat Kebonagung semakin padat. Dan pada jam jam tertentu, kemacetan panjang kerap terjadi baik dari arah Surabaya maupun arah Probolinggo.

“Pelebaran simpang empat Kebonagung memang perlu dilakukan. Kajian pun sudah kami laksanakan. Kami melihat kemacetan panjang memang selalu terjadi di kedua ruas, terutama jalan yang arah menuju exit tol di Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo,” jelasnya.

Sentot menyebut rencananya pelebaran nanti bakal dilakukan dari persimpangan ke arah barat menuju exit tol bukir. Panjang areal yang dilebarkan mencapai 800 meter. Namun, areal yang perlu dibebaskan sepanjang 400 meter.

Sebab sisanya sudah dibebaskan oleh PT Transmarga Jatim untuk exit tol beberapa waktu lalu. Sementara luas areal yang perlu dilebarkan sekitar 6.000 meter persegi. Rencana induk ini pun sudah disampaikan pada Kementerian PUPERA.

“Pengajuan untuk pelebaran simpang empat Kebonagung sudah kami sampaikan. Cuma pelaksanaanya kapan, kami belum dapat memastikan. Kami mohon pada pengendara yang melintas untuk lebih bersabar atas ketidaknyamanannya,” ungkap Sentot. (riz/fun)