Motor Dijabel di Tengah Jalan Berujung Baku Hantam di Pilang

BELA KELUARGA: Warga Mayangan melurug kantor MPM Finance di Soekarno-Hatta, Pilang, Kademangan usai mendengar ada kerabatnya baku hantam dengan debt collector. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN-Aksi penjabelan kembali memicu polemik di Probolinggo. Usai beberapa waktu lalu, sejumlah pendekar silat melurug kantor finance di Kraksaan, Kamis sore (6/12) kantor MPM Finance di jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan dilurug sejumlah warga Mayangan yang naik pikap bak terbuka.

Warga yang datang itu mempersoalkan aksi penjabelan kepada keluarganya. Aksi itu disebutkan dilakukan oleh debt collector dari MPM Finance.

Adalah Oky Elmawanda, 25, Warga Kelurahan/ Kecamatan Mayangan yang dijabel oleh sejumlah debt collector itu. keterangan Oky sendiri berbeda dengan debt collector yang menjabelnya.

 

Versi Warga Dijabel

 

SAAT ditermui radarbromo.co.id, Oky menceritakan, sekitar pukul 16.44, Kamis sore, ia meminjam motor Honda Beat milik Khoirul Umam, Warga Kademangan yang merupakan temanya.

Motor pinjaman itu lantas digunakannya untuk mengantar anak dan istrinya. Sesampainya di simpang empat lampu merah Brak, ia dihentikan oleh lima orang yang mengendarai dua motor.

Lima orang itu menurutnya debt collector. Menurutnya, pemberhentian yang dilakukan itu kurang sopan. Yakni, bahunya langsung dipegang salah satu debt collector.

Oky pun langsung berhenti. Saat itu, selanjutnya pihak debt collector langsung meminta surat-suratnya. Oky sendiri tak bisa menunjukkannya saat itu.

“Saya langsung dipegang bahu dan diminta berhenti. Terus katanya motor yang saya pakai nunggak. Jadi, saya diminta turun dan motor mau dibawa,” terangnya saat dijumpai di depan SPKT Mapolresta.

Oky sendiri menolak motor pinjaman itu dibawa. Sebab, ia saat itu sedang membawa belanjaan dan juga ada anak istirnya. Oky lantas menyarankan agar debt collector menghubungi pemiliknya.

“Saya sudah bilang, motor itu saya pinjam. Jadi saya tidak tahu masalahnya. Makanya saya telponkan teman saya. Karena itu bukan urusan saya,” terangnya.

REDAM KERIBUTAN: Anggota Satlantas yang ikut melerai keributan di sekitar kantor MPM Finance. (Rizky Putra Dinasti/ Radar Bromo)

 

Oky lantas diminta ke kantor MPM . “Bilangnya, selesaikan di kantor, namun motor tidak diambil. Saya sepakat. Karena, saya butuh motor itu untuk pulang mengantar anak istri,” terangnya

Setelah sampai di kantor MPM, Oky beserta istrinya diminta untuk masuk kedalam. Ia lantas diminta menandatangani surat pernyataan yang isinnya motor itu diserahkan.

Oky pun enggan untuk membubuhkan tanda tangan. “Saya dipaksa untuk tanda tangan, saya tidak mau, karena isinya penyitaan motor. Tak lama, istri saya keluar. Ternyata, barang barang di motor sudah ditaruh bawah begitu saja. Dan, motornya tidak ada,” imbuhnya.

Mengetahui motornya tak ada Ia pun langsung keluar kantor. Dan menagih janji pada salah satu dari lima debt collector itu. “Saya bilang kalau motor diambil saya naik apa? Eh, ia malah bilang dengan entengnya, disuruh naik becak saja,” imbuhnya.

Serambi itu, kelimanya seperti hendak pergi tanpa tanggung jawab dengan menggunakan sepeda motor yang mereka pakai. Akhirnya Oky memegang satu diantara debt collector itu agar tak lari.

Selanjutnya, satu orang yang diketahui bernama Buarsan, 48, warga Mangunharjo, Mayangan itu langsung turun dan memukulkan helem yang dikenakanya. Helm tersebut mengeani kepalanya.

Oky pun berusah membalas. Seketika, empat rekan lainya langsung mengeroyoknya. Aksi pengeroyokan itu terjadi di samping kantor MPM tepatnya di area Planet Ban. Akibat pengeroyokan tersebut Oky mengalami luka di bagian tangan, serta kepalanya, bahkanbibirnya berdarah.

Tak terima dengan pengeroyokan itu, serambi ia tetap memegang satu orang debt collector (Buarsan) ia menghubungi H. Wawan, ayahnya.

Tak berselang lama, Wawan tiba dilokasi dengan dua temanya. Melihat anaknya bonyok, Wawan langsung berkelahi dengan Buarsan. Akibatnya Buarsan, bahkan keduanya sempat berguling guling. Sementara empat teman lainya kabur.

Warga sekitar berusaha melerai aksi itu. Bahkan, dibantu dengan anggota lantas yang sedang bertugas di lampu merah pilang. Selanjutnya Buarsan diamankan di Pos Pilang.

Tak lama kemudian datang satu pikup warga Mayangan yang merupakan saudara dan teman dari H Wawan. Beruntung pihak Kepolisian berusaha meredam aksi itu dan langsung membawa H Wawan beserta anaknya ke SPKT Mapolresta untuk melapor.

Termasuk dari pihak MPM. Serentak, gerombolan warga satu pikap itu bergeser ke Mapolresta. “Yang saya tidak terima, ketika anak saya dikeroyok lima orang. Padahal, sudah dijelaskan motor itu bukan miliknya, bahkan sudah ditelponkan. Namun kenapa  masih ngotot dan main hakim sendiri bahkans ampai anak saya dikeroyok. Sebagai orang tua saya tidak terima,” ujar Wawan saat dijumpai koran ini.

PERIKSA: Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal saat memeriksa kondisi Oky (kanan) di Mapolres Probolinggo Kota. (Rizky Putra Dinasti/ Radar Bromo)

Versi Debt Collector

Terpisah Buarsan, pada saat dijumpai di Pos pilang sebelum dibawa ke Mapolresta mengatakan, motor itu menunggak tiga bulan. Motor itu milik warga Triwung. Namun berada di Tiris. “Motor itu kan milik orang Triwung. Tetapi ketika dilacak, kenapa ada ditiris,” terangnya

Selanjutnya, ketika motor itu ditemukanya di Hotel Lorena, ia menelpon atasanya. Sesuai intruksi dari kantor bahwa motor itu disuruh masukan ke kantor, maka ia lakukan perintah tersebut.

Ia lantas membuntuti motor dan kena di sekitar brak. Selanjutnya langsung diminta ikut kekantor. “Setelah motor di kantor, tugas saya selesai” jelasnya.

Versinya, pemukulan pertama dilakukan oleh Oky. Oky memegang lehernya dan memukulnya. Serentak, ia bersama dengan tema lainya berusaha membela.

Namun tak lama kemudian, sudah banyak warga termasuk orang tua dari Oky yang ikut memukulinya. “Tiba-tiba saya dipegang dari belakang. Seolah mencekik dari belakang. Bahkan saya dipukul. Saya juga dikeroyok oleh orang tuanya,” terangnya akibatnya bagian kepala termasuk bibir atasnya alami luka.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Probolinggo mengatakan, kasus tersebut sedang didalami. Polisi telah memanggil baik kedua belah pihak termasuk saksi.

“Kami dalami dulu. Ini masih dalam meperiksaan,” terangnya singkat pada saat dijumpai koran ini di Mapolresta. (rpd/mie)