Pengalihan Arus Truk lewat JLS Kota Pasuruan, Pemkot Gandeng BBPJN

BISA DUA ARAH: Kendaraan besar yang melintas di Jalan Untung Surapati. Jika memang tak ditemui kendala, jalur lingkar selatan bisa digunakan dua arah, sehingga truk tak lagi melintas di jalan perkotaan. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BUGULKIDUL – Rencana mengalihkan truk yang kerap masuk kota Pasuruan terus dimatangkan. Pemkot bakal melibatkan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII untuk membahas pengalihan jalur truk itu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Lucky Danardono mengungkapkan, rencana pengalihan truk masuk kota masih berlanjut. Forum lalu lintas sendiri sempat mengalihkan truk dari arah Malang dengan cara dibelokkan ke timur melalui JLS.

Hasilnya, pihaknya melihat pengalihan yang bersifat sementara ini sukses dan berjalan lancar. Sejauh ini, Dishub belum mendengar adanya kerawanan yang terjadi dari dampak pengalihan tersebut. Karena itu, Dishub berencana pengalihan ini dilakukan secara permanen.

“Kendati hanya bersifat sementara karena adanya pengerjaan di Jalan Erlangga dan Hasanuddin, pengalihan melalui JLS tanpa komplain. Ini, membuat kami semakin yakin agar truk tidak lagi melewati kota,” ungkapnya.

Lucky menyebut, Dishub bakal membahas tindak lanjutnya dengan mengundang BBPJN VIII dalam Forum Lalu Lintas bulan ini. Utamanya untuk membahas dampak dan antisipasi dari pengalihan truk ini melalui JLS.

“Karena JLS ini kewenangan Balai Besar, tentu kami akan melibatkan mereka. Kami ingin mendengarkan masukan mereka. Hal ini juga berkaitan dengan keberadaan jembatan petung yang lebarnya tidak ideal,” jelas Lucky.

Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Pasuruan Iptu Komaruddin Arief menambahkan, Satlantas mendukung rencana pengalihan rute truk masuk Kota Pasuruan. Namun, sarana berupa ketersediaan rambu dan prasarana berupa kelayakan jalan harus tetap diperhatikan.

“Keberadaan rambu jalan perlu diperhatikan. Termasuk prasarana lainnya seperti penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan keselamatan bagi pengendara. Sebab, keselamatan tetap nomor satu,” terangnya.

Seperti diketahui, Forum Lalu Lintas Kota Pasuruan berkeinginan memfungsikan JLS dua arah, baik untuk kendaraan besar maupun kecil. Selama ini, JLS hanya difungsikan dua arah untuk roda dua dan kendaraan roda empat.

Sementara truk hanya satu arah dari timur. Sementara truk dari arah Malang dialihkan lewat jalan perkotaan.

Forum lalu lintas berharap agar tidak ada kendaraan besar melintasi kota. Utamanya, untuk mengantisipasi saat ada pengalihan di wilayah perkotaan karena rekonstruksi jalan. (riz/hn)