Satpol PP Nilai Sulit Tangani Anjal Tanpa Adanya Ini

JADI MASALAH: Sejumlah anak jalanan yang kerap ditemui di simpang 4 Gadingrejo. Sejauh ini belum ada upaya maksimal penanganan anjal di Kota Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO – Banyaknya anak jalanan (anjal) yang kerap beroperasi di sejumlah ruas jalan wilayah perkotaan mendapatan atensi dari Satpol PP setempat. Satpol PP berharap adanya penanganan nyata untuk menghilangkan anjal di Kota Pasuruan.

Kabid Kententeraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Pasuruan Muhammad Nur Fadholi mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menghilangkan anjal di Kota Pasuruan. Salah satunya dengan melakukan penertiban.

Namun, Satpol PP hanya dapat sebatas memanggil orang tua yang bersangkutan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut. Pasalnya, anjal tidak bisa dilakukan tindak pidana ringan (tipiring) karena mereka masih di bawah umur.

Karena itu, ia pun mendorong agar ada penanganan khusus pada anjal ini. Misalnya, dengan memberikan pelatihan kerja. Harapannya, mereka bisa mandiri dan tidak sampai mengamen atau meminta-minta di perempatan dan pertigaan.

“Kalau bisa saya mendorong adanya pembangunan rumah singgah. Sehingga, anjal yang terjaring itu bisa dibina langsung di rumah singgah sampai mereka mandiri,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Nila Wahyuni menjelaskan, Dinsos sendiri sudah berupaya mengurangi anjal di Kota Pasuruan. Pihaknya pun rutin mengadakan pelatihan bagi anjal yang terjaring. Namun, pelatihan ini menggandeng Pemkab Jember sebab Pemkot tidak memiliki panti sosial.

“Pelatihan rutin kami adakan walaupun belum menjangkau seluruhnya. Terkait rumah singgah, kami perlu melakukan kajian dahulu untuk mewujudkannya,” ungkap Nila. (riz/fun)