Jabel Berujung Baku Hantam, Debt Collector Terancam 5 Tahun Penjara

KADEMANGAN – Satreskrim Polres Proboliggo Kota (Polresta) akhirnya mengamankan satu dari lima debt collector yang terlibat penyitaan motor yang berujung baku hantam, beberapa hari lalu. Pelaku diduga memukul korban Oky Elmawanda, 25, Warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan.

Dia adalah Buarsan, 48, warga Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Sementara empat rekan pelaku dipulangkan, karena tidak ada cukup bukti yang menunjukkan mereka terlibat pemukulan pada korban.

Kasatreskrim Polresta AKP Nanang Fendy Dwi Susanto, menegaskan hal itu, Minggu (9/12) siang. Menurutnya, pihaknya sempat mengamankan lima debt collector yang diduga mengeroyok korban. Namun, yang diamankan akhirnya hanya satu orang.

“Kelima debt collector itu dimintai keterangan semua. Namun yang terbukti memukul satu orang yakni Buarsan. Karena itu, anggota memulangkan empat lainnya. Sedang Buarsan tetap diamakan hingga dua puluh hari ke depan untuk diperiksa,” terangnya.

Buarsan diamankan pada hari yang sama, setelah dugaan pemukulan. Yakni, Kamis (6/12). Dia dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. “Yang terbukti dan terlibat hanya satu orang. Untuk ancaman pasalnya 170 KUHP, yakni tentang pengeroyokan,” ujarnya.

Dugaan pemukulan itu sendiri terjadi Kamis sore. Saat itu, korban sedang mengendarai motor Honda Beat milik temannya. Yaitu, Khoirul Umam, warga Kademangan.

Korban membonceng istri dan anaknya untuk pulang ke rumahnya setelah berbelanja. Namun, saat sampai di simpang empat lampu merah brak, korban diberhentikan oleh lima orang dengan dua motor. Mereka diketahui debt collector dari sebuah perusahaan pembiayaan di Jalan Soekarno-Hatta.

Korban diminta turun dan menyerahkan motor, karena menunggak cicilan. Namun, korban menolak. Karena motor itu bukan miliknya. Korban akhirnya dibawa ke kantor pembiayaan untuk menyelesaikan masalah itu.

Saat di kantor itu, korban diminta tandatangan penyitaan. Motor yang dipakai korban lantas disita. Korban pun mempertanyakan keputusan itu. Namun, akhirnya terjadi cekcok berujung baku hantam. (rpd/hn)